Di tengah ramainya perbincangan soal Warga Negara Indonesia yang memilih jadi tentara untuk negara lain, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak angkat bicara. Ia dengan tegas menyatakan, proses masuk TNI itu gratis. Titik. Tak ada pungutan biaya.
Pernyataannya ini, tentu saja, jadi jawaban atas fenomena yang belakangan mencuat. Beberapa WNI memang tercatat bergabung dengan militer asing, termasuk Amerika Serikat.
“Itu haknya dia pribadi,” ujar Maruli saat ditemui di sekitar Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin lalu.
Namun begitu, ia menepis anggapan yang beredar. Banyak orang menduga seleksi ketat di TNI ada kaitannya dengan praktik uang. Bagi Maruli, itu sama sekali tidak benar. Keketatan seleksi, menurutnya, murni karena pemeriksaan yang sangat detail. Mereka mengecek semua, mulai dari kesehatan sampai kemampuan calon prajurit.
“Ya kalau memang kita lihat kualitas seleksinya, di kita seleksinya lebih ketat. Tapi bukan karena bayar. Kita cek semua kesehatannya, kemampuannya,” jelasnya.
Ia bahkan bercerita berdasarkan pengalaman pribadi. Maruli mengaku dirinya dulu jadi tentara juga tak pernah mengeluarkan uang sepeser pun. Soal pilihan orang untuk mendaftar di militer negara lain, ia kembali menegaskan itu adalah hak individu.
“Saya juga menjadi tentara enggak pernah bayar. Kalau dia mau jadi tentara di sana sebaiknya ya enggak usah berkomentar di sini,” katanya dengan nada lugas.
Lalu, bagaimana dengan status kewarganegaraan mereka? Soal ini, Maruli tak mau berkomentar panjang lebar. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang.
“Kalau status warga negaranya tanya imigrasi,” tuturnya singkat.
Artikel Terkait
Tiga Pencuri TV Uya Kuya Divonis, Dua Langsung Bebas
Tito Karnavian Beri Tenggat, Bantuan Korban Bencana Sumatera Segera Cair
Bima Arya Soroti Strategi Licik Industri Rokok di Panggung APCAT Summit
Nyawa di Ujung Aspal: Kisah Para Penjaga Simpang di Jalur Cepat Bantul