Drone Emprit Ungkap Penggiringan Opini Demo DPR Akhir Agustus 2025

- Selasa, 04 November 2025 | 01:40 WIB
Drone Emprit Ungkap Penggiringan Opini Demo DPR Akhir Agustus 2025

Peringatan Drone Emprit: Upaya Penggiringan Opini untuk Demo DPR Akhir Agustus 2025

Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi mengungkapkan adanya upaya penggiringan opini di media sosial yang mengajak masyarakat melakukan demonstrasi ke Gedung DPR pada akhir Agustus 2025. Pernyataan ini disampaikan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Rentang Waktu Narasi Demo

Ismail menyebutkan bahwa narasi mengajak berdemonstrasi telah dimulai sejak 19 Agustus hingga 25 Agustus 2025. "Saya lihat memang ada penggiringan opini dari awal yang sudah diciptakan," tegasnya dalam persidangan.

Peran Akun Anonim dalam Penggiringan Opini

Analisis media sosial menunjukkan bahwa mayoritas narasi pengajak demonstrasi berasal dari akun-akun anonim yang memanfaatkan situasi. "Oleh akun-akun anonim juga memang, dan ini seperti memanfaatkan momen," jelas Ismail.

Eskalasi Narasi hingga Ajakan Merusak

Lebih mengkhawatirkan, muncul pula narasi yang mengajak para pendemo untuk melampiaskan kemarahan dengan menjarah kediaman sejumlah legislator. Meskipun buruh memang merencanakan demonstrasi pada akhir Agustus, narasi provokatif ini tidak berasal dari komunitas pekerja.

Penyebaran di Platform Media Sosial

Sejak tanggal 14 Agustus, konten seruan demonstrasi mulai menyebar di platform TikTok, Instagram, dan Twitter. Ismail menegaskan, "Saya lihat ini, kok, bukan dari buruh, ya," menunjukkan adanya pihak lain yang bertanggung jawab atas konten provokatif tersebut.

Rekomendasi untuk Lembaga Negara

Ismail berharap ke depannya lembaga negara lebih memperhatikan isu liar yang berkembang di media sosial. Dia menekankan pentingnya klarifikasi cepat terhadap narasi negatif dan hoaks. "Ini yang harus diperhatikan ke depan, ketika ada sebuah isu yang kita rasa tidak pas, kita harus segera klarifikasi," pungkasnya.

Sidang MKD ini menggelar pemeriksaan terhadap lima anggota DPR RI yang dinonaktifkan dengan mendengarkan keterangan berbagai saksi dan ahli terkait.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar