Reaksi warganet kali ini benar-benar bikin merinding. Makjleb, istilahnya. Intinya sih, mereka geram.
Ada satu poin yang terus diulang dan jadi sorotan: saat penjambretan terjadi, itu adalah bukti nyata kegagalan aparat. Gagal melindungi harta benda masyarakat yang seharusnya jadi tanggung jawab mereka.
Lalu, ketika warga turun tangan sendiri mengejar pelaku, alasannya sederhana: polisi tidak ada di tempat untuk mencegah kejadian itu sejak awal. Logika yang dilontarkan cukup menusuk. Kalau warga dilarang mengejar, konsekuensinya polisi harus bisa hadir di setiap sudut, menangani setiap kejadian kriminal secara instan. Mungkinkah?
Artikel Terkait
Dari Sapu Jalanan ke Sarjana: Perjuangan Ulina Mengantar Anak ke Kampus
Rezeki Haram Rp81 Miliar di Kemnaker: Uang Pekerja Dibagi-bagi Pejabat
Gading Serpong Digerebek, Sindikat Love Scam Pakai AI dan Model Asing Terbongkar
Dokter Gadungan dan 48 Transfer dalam Sehari: Kisah Pilu Via, Korban Love Scam Rp220 Juta