Kabupaten Pemalang resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Status ini akan berlaku selama dua pekan penuh, mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026. Langkah ini diambil menyusul bencana yang melanda.
Sabtu dan Minggu lalu, suasana mencekam menyelimuti sejumlah desa di lereng Gunung Slamet. Banjir bandang dan tanah longsor datang tiba-tiba, menyisakan duka. Dua orang meninggal dunia dalam musibah ini, sementara satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Merespon kejadian ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin menyoroti kondisi hutan lindung. Menurutnya, ini momen tepat untuk memperkuat kawasan tersebut.
“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten (Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, Brebes) ini untuk berbicara bersama-sama, mengirim bersama-sama berkasnya, bahwa hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan,” ujar Gus Yasin, Senin (26/1).
Dari pantauannya di lokasi, Gus Yasin melihat sesuatu yang menarik. Banyak pohon tercabut dengan akar yang masih segar. Kondisi itu, baginya, adalah bukti nyata kekuatan arus banjir yang luar biasa deras.
“Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,” jelasnya.
Di sisi lain, pohon-pohon yang hanyut itu diduga adalah sisa kebakaran hutan hebat pada 2017 silam. Meski begitu, pihaknya belum mau buru-buru menyimpulkan. Mereka akan mendalami lebih lanjut untuk mencari penyebab pastinya.
“Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena situasinya masih mendung, masih gelap,” sebut Gus Yasin.
Artikel Terkait
Ribuan Tahun Siksa Barzakh, Firaun Masih Antre 50.000 Tahun di Padang Mahsyar
Pulih Total, Sekolah di Tiga Provinsi Sumatera Kembali Berdenyut
Gus Alex Ditahan Usai Pemeriksaan, Kasus Kuota Haji Tembus Rp 1 Triliun
DPR Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Wacana Kementerian Ditutup