Di atas perairan internasional dekat Okinawa, jet tempur China dikabarkan mengarahkan radar pengendali tembakan mereka ke pesawat Jepang. Tindakan ini langsung memicu kecaman keras dari Tokyo. Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, tak ragu menyebut manuver itu sebagai tindakan yang "berbahaya".
Menurutnya, apa yang dilakukan pesawat China itu sudah jauh melampaui batas kewajaran untuk sekadar menjamin keselamatan penerbangan.
"Pengarahan radar ini melampaui apa yang diperlukan untuk penerbangan pesawat yang aman,"
tulis Koizumi dalam sebuah pernyataan di media sosial X. Jepang pun sudah menyampaikan protes resmi kepada Beijing, menyebut insiden tersebut sangat disesalkan.
Nah, bagi yang belum tahu, penguncian radar tembak ini bukanlah hal sepele. Dalam dunia militer, itu termasuk sinyal ancaman paling serius. Gestur itu bisa diartikan sebagai persiapan untuk menembak, yang otomatis memaksa pesawat yang diincar untuk segera melakukan manuver penghindaran. Situasinya jadi tegang sekali.
Insiden di dekat kepulauan Okinawa ini bisa dibilang yang paling panas antara militer kedua negara dalam beberapa tahun belakangan. Lokasinya memang sensitif, berada di kawasan yang klaim teritorialnya diperebutkan oleh Jepang dan China. Dampaknya? Ketegangan antara dua raksasa Asia ini dipastikan bakal naik lagi.
Hubungan mereka memang sudah lama tidak akur. Memanasnya situasi ini makin menjadi setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi memberi peringatan keras. Ia menyatakan Jepang mungkin akan bertindak jika operasi militer China terhadap Taiwan dinilai membahayakan keamanan Jepang. Padahal, Beijing selalu bersikukuh bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayahnya.
Di sisi lain, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari Kementerian Pertahanan China pada Minggu malam tidak membuahkan hasil. Panggilan di luar jam kerja itu tidak dijawab.
Perlu diingat, pangkalan udara Jepang di wilayah itu bukan cuma berisi jet-jet mereka sendiri. Tempat itu juga menjadi rumah bagi konsentrasi kekuatan militer AS terbesar di luar wilayah Amerika. Ada kapal perang, skuadron pesawat, bahkan ribuan marinir AS yang bermarkas di Okinawa. Faktor ini tentu saja menambah rumit dan berlapisnya dinamika keamanan di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Kebakaran Lahan 5.000 Meter Persegi di Kelapa Gading Berawal dari Pembakaran Sampah Sembarangan
Trump Batalkan Misi Diplomatik ke Pakistan, Isyaratkan Tak Ada Eskalasi Perang dengan Iran
Ledakan Bom di Kolombia Tewaskan Tujuh Warga Sipil, Kekerasan Memuncak Jelang Pilpres
Indonesia Kalahkan Kanada 3-1 di Piala Uber 2026, Ganda Putri Akui Butuh Adaptasi Lebih Baik