Kapolri: Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Tolak Polri Dibawah Kementerian
Di ruang rapat Komisi III DPR, Senin lalu, suasana tegang tiba-tiba pecah oleh tepuk tangan. Sorotan tertuju pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dengan nada tegas, ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk berjuang mati-matian. Perlawanan itu ditujukan pada wacana yang menginginkan Polri ditempatkan di bawah payung suatu Kementerian, atau dibuatkan kementerian khusus seperti halnya TNI dengan Kementerian Pertahanan.
Yang menarik, pernyataan keras itu justru disambut dukungan meriah dari para anggota dewan yang hadir. Tepuk tangan mereka seolah mengukuhkan bahwa posisi Polri saat ini adalah harga mati. Titik. Dengan demikian, kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri pun seakan tak lagi punya ruang untuk mengusik status quo ini.
Bagi Kapolri, posisi Polri yang langsung di bawah Presiden adalah warisan sakral Reformasi. Mengutak-atiknya bukan cuma mengkhianati amanat itu, tapi juga dianggap akan melemahkan institusi, negara, bahkan kepemimpinan Presiden sendiri. Ia memperingatkan tentang bahaya "Matahari Kembar" jika Polri akhirnya dibawahi kementerian.
Artikel Terkait
IKA Unhas Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Barombong
Mantan Kekasih Diamankan Diduga Tewaskan Mahasiswi di Dumai
Ketua Komisi VIII Tak Sadar Ada Upaya Pengkondisian Pansus Haji oleh Yaqut
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D