Kapolri: Berjuang Hingga Titik Darah Penghabisan Tolak Polri Dibawah Kementerian
Di ruang rapat Komisi III DPR, Senin lalu, suasana tegang tiba-tiba pecah oleh tepuk tangan. Sorotan tertuju pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dengan nada tegas, ia memerintahkan seluruh jajarannya untuk berjuang mati-matian. Perlawanan itu ditujukan pada wacana yang menginginkan Polri ditempatkan di bawah payung suatu Kementerian, atau dibuatkan kementerian khusus seperti halnya TNI dengan Kementerian Pertahanan.
Yang menarik, pernyataan keras itu justru disambut dukungan meriah dari para anggota dewan yang hadir. Tepuk tangan mereka seolah mengukuhkan bahwa posisi Polri saat ini adalah harga mati. Titik. Dengan demikian, kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri pun seakan tak lagi punya ruang untuk mengusik status quo ini.
Bagi Kapolri, posisi Polri yang langsung di bawah Presiden adalah warisan sakral Reformasi. Mengutak-atiknya bukan cuma mengkhianati amanat itu, tapi juga dianggap akan melemahkan institusi, negara, bahkan kepemimpinan Presiden sendiri. Ia memperingatkan tentang bahaya "Matahari Kembar" jika Polri akhirnya dibawahi kementerian.
Artikel Terkait
Ribuan Tahun Siksa Barzakh, Firaun Masih Antre 50.000 Tahun di Padang Mahsyar
Pulih Total, Sekolah di Tiga Provinsi Sumatera Kembali Berdenyut
Gus Alex Ditahan Usai Pemeriksaan, Kasus Kuota Haji Tembus Rp 1 Triliun
DPR Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden, Wacana Kementerian Ditutup