“Kalau seandainya Setneg bisa menjadi leading sector karena ini juga kita akan membahas revisi undang-undang kewarganegaraan biar tidak menjadi kebijakan yang parsial. Kami tentu berharap Setneg bisa tidak hanya involve gitu, tapi justru akan menjadi leading sector politik diaspora kita akan seperti apa,” kata Willy lagi.
Argumennya punya dasar. Tren global sekarang menunjukkan pergeseran peran diaspora. Mereka tidak lagi sekadar komunitas warga negara yang tinggal di luar negeri. Lebih dari itu, mereka bisa berfungsi sebagai ujung tombak kepentingan nasional.
“Ini yang kemudian melihat trend dunia hari ini diaspora ini kan benar-benar tidak hanya menjadi kaki tangan di luar negeri tetapi menjadi ujung tombak bahkan jadi ini yang kita harapkan bisa kita bahas bersama-sama jadi tidak sepenggal-sepenggal gitu,” tandasnya.
Intinya, Willy ingin pembahasan revisi UU ini lebih komprehensif. Ia khawatir jika tanpa pemimpin sektor yang jelas, kebijakan yang dihasilkan nanti akan terfragmentasi. Harapannya, dengan Setneg memimpin, arah politik diaspora Indonesia bisa dirumuskan dengan lebih matang dan menyeluruh.
Artikel Terkait
Gus Yasin Soroti Kondisi Hutan Lindung Usai Banjir Bandang Landa Pemalang
Gemuruh di Tengah Malam, Kampung Pasir Kuning Lenyap Ditelan Banjir Bandang
Noel Beri Sinyal ke Purbaya: Siap-siap, Nasib Kita Bisa Sama
Keluarga Berangkulan Ditemukan di Reruntuhan Longsor Pasirlangu