Ia kemudian menambahkan harapan fraksinya. "Pada akhirnya, Fraksi Golkar berpendapat Polri harus tetap langsung di bawah Bapak Presiden. Ini amanat undang-undang dan reformasi. Tinggal eksekusinya saja yang harus maksimal," tambahnya.
Di sisi lain, dukungan juga mengalir dari PKB. Abdullah, anggota fraksi tersebut, tak hanya menyatakan sokongan tetapi juga menyelipkan kilas balik sejarah. Ia mengingatkan peran penting Gus Dur dalam pemisahan ini.
"Dulu, Gus Dur berani melawan elite militer. Dari situ lah kemudian terbit Ketetapan MPR yang memposisikan Polri di bawah Presiden dan memisahkannya dari ABRI," ucap Abdullah.
Jadi, meski wacana lain sempat mencuat, suara dari tiga fraksi ini cukup jelas. Mereka ingin status quo dipertahankan, dengan Polri tetap berdiri langsung di bawah komando Presiden Republik Indonesia.
Artikel Terkait
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional
Pembentukan DOB Luwu Raya Tertunda, Tunggu Regulasi dan Keputusan Pusat