Di sisi lain, realitas di lapangan juga punya ceritanya sendiri. Harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya mungkin naik, tapi semangat nasional yang digaungkan seolah ikut melambung, bahkan lebih tinggi. Harga BBM bertambah, namun nada pidato tentang masa depan justru semakin meninggi dan penuh gairah.
Prabowo dengan tegas meyakinkan bahwa perekonomian negara akan melesat cepat. Tapi, di tengah janji lesatan itu, tidak sedikit warga yang masih mencerna. Di benak mereka, pertanyaan sederhana mengemuka, "Pak, ngebutnya di mana ya? Soalnya dompet saya kok rasanya masih di tempat yang sama."
Pada akhirnya, dunia mungkin benar-benar akan terkejut. Bukan tanpa alasan. Indonesia bisa jadi akan dicatat sebagai salah satu negara yang unik, di mana gairah dan kata-kata tentang ekonomi mampu menciptakan gelombang optimisme tersendiri, jauh sebelum angka-angka statistik berbicara. Sebuah fenomena yang menarik untuk disimak perkembangannya.
(Ali Murtadho)
Artikel Terkait
Prasetyo Hadi Buka Suara soal Nasib 28 Perusahaan di Kawasan Hutan
Kapolri Klaim Operasi Narkoba Selamatkan 1,79 Miliar Jiwa
Ega Terseret Arus Ciliwung, Ditemukan 12 Kilometer dari Lokasi Kejadian
Kisah Hogi Minaya: Mengejar Penjambret, Berujung Jerat Hukum