Jenazah ketiga korban kemudian dimakamkan di tempat yang berbeda. Ferry Irawan, misalnya, dibawa ke TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur. Suasana haru kembali menyergap saat jenazahnya diturunkan ke liang lahat.
Ibunda Ferry, Laila Tabri, berdiri tegak di depan pusara. Air matanya ditahan, suaranya bergetar saat menyampaikan pesan terakhir untuk anaknya.
“Bangga mama sama kamu, nak. Apa kata mama kamu nggak pernah melawan. Apa kata mama kamu nggak pernah ngejawab.”
“Bangga mama sama kamu nak. Selamat jalan ya nak. Ketemu nanti kita di surganya.”
Anak Ferry yang masih kecil memeluk erat foto sang ayah, tangisnya pecah membuat siapapun yang melihat ikut terenyuh. Seorang keponakan membacakan ayat suci Al-Qur'an dengan suara yang tersendat-sendat, mengiringi kepergian sang paman untuk selamanya.
Kondisi Menteri Trenggono Kini Stabil
Lalu, bagaimana kabar Menteri Trenggono usai kejadian itu? Doni Ismanto, Staf Khusus Menteri bidang Humas, memastikan kondisinya sudah stabil. Kata Doni, kelelahan pasca perjalanan dinas ke Eropa dan tekanan emosional menghadiri upacara duka jadi pemicunya.
“Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara,” jelas Doni.
Trenggono sempat dibawa ke RSCM untuk pemeriksaan. Hasilnya, tak ada masalah serius. Hanya kelelahan. Bahkan, saat masih di rumah sakit, ia menerima telepon langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang menanyakan keadaannya.
Trenggono sendiri kemudian mengunggah kabar tersebut di akun Instagram pribadinya.
“Terima kasih atas perhatian dan doa masyarakat semuanya terhadap saya. Wabil khusus pak @presidenrepublikindonesia @prabowo yang menelepon langsung dan menanyakan kondisi saya hari ini,” tulisnya.
“Saya dalam kondisi baik-baik saja, Alhamdulilah observarsi dokter menyatakan tak ada masalah, hanya kelelahan.”
Doni menambahkan, Menteri Trenggono dipastikan akan kembali menjalankan aktivitas kerjanya pada Senin (26/1) esok hari.
Artikel Terkait
Pegal di Balik Meja: Saat Tubuh Pekerja Kota Menjerit Lelah
Petugas Cahaya yang Pudar: Elan Vital Pers di Era Banjir Opini
Keadilan Restoratif Akhiri Kasus Maut Penjambret di Sleman
Kapolri Beberkan Titik Rawan Curas: 5.395 Kasus dalam Sorotan