Jalanan Jakarta Berubah Jadi Medan Ranjau Usai Hujan Deras

- Senin, 26 Januari 2026 | 06:36 WIB
Jalanan Jakarta Berubah Jadi Medan Ranjau Usai Hujan Deras

Hujan deras yang tak henti-hentinya mengguyur Jakarta ternyata menyisakan masalah yang lebih dari sekadar genangan. Jalanan ibukota kini dipenuhi lubang menganga, ancaman tersembunyi bagi para pengendara. Aspal di berbagai titik terkelupas, meninggalkan rongga dengan kedalaman beragam yang siap menerkam roda kendaraan.

Ambil contoh Jalan MT Haryono pada Minggu (25/1) lalu. Meski arus kendaraan terbilang lengang, para pengendara terpaksa melaju pelahan, berkelit menghindari jebakan di aspal. Arif, seorang pemuda 26 tahun, merasakan langsung betapa mengerikannya kondisi itu.

“Kalau saya pikir ini karena selama ini ya, pas hujan-hujan di Jakarta ini. Itu biasanya enggak ada bolong-bolong, tapi setelah hujan-hujan ini banyak yang bolong gitu,” ujarnya.

“Saya juga baru sadar kadang lagi jalan pakai motor, tiba-tiba jeglong kayak gitu. Motor juga jadi apa ya, cepet rusak kayaknya ya,” lanjut Arif.

Bagi dia, dampaknya ternyata berlapis. Bukan cuma perjalanan jadi tak nyaman, tapi juga kantong yang bisa jebol.

Shockbreaker saya juga kemarin hampir, katanya sampai harus diganti. Kayak gitu. Cuma karena belum ada duit, ya soalnya mahal ya jadi nantilah gitu. Itu sih, sampai rusak shockbreaker,” tuturnya.

Nah, masalahnya, MT Haryono cuma satu dari sekian banyak titik kritis. Dari pantauan di lapangan, jalan berlubang juga bertebaran di kawasan Kuningan, Pancoran, Cawang, hingga flyover Pisangan. Ukuran dan kedalamannya beragam, dan beberapa justru bersembunyi di lajur tengah atau kanan spot yang paling berbahaya.

Korban Mulai Berjatuhan

Bahaya itu akhirnya tak cuma jadi ancaman. Di flyover Pisangan, sebuah lubang di lajur kanan sudah memakan korban. Seorang pengendara motor dikabarkan jatuh setelah menghantam lubang tersebut, kejadian yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Ketika dicek pada Minggu (25/1), lubang di lokasi itu memang sudah ditambal. Tampak bekas perbaikan baru karena warna aspalnya masih hitam pekat.

Namun begitu, penambalannya terlihat serampangan. Permukaannya tidak rata, masih ada celah dan tonjolan yang membuatnya belum sepenuhnya aman.

Tanggapan dan Janji Perbaikan

Merespon meluasnya keluhan ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akhirnya angkat bicara. Tapi, jangan harap perbaikan segera dilakukan. Pemerintah provinsi memutuskan untuk menunggu sampai setelah tanggal 27 Januari 2026.

Alasannya? Cuaca. Pramono menjelaskan bahwa memperbaiki jalan di tengah curah hujan tinggi seperti sekarang ini sia-sia belaka. Prediksi BMKG menyebut intensitas hujan di Jakarta masih akan tinggi hingga tanggal 27 nanti. Kalau ditambal sekarang, besar kemungkinan lubang akan muncul lagi dengan cepat.

“Memang jalan berlubang kalau kita perbaiki atau kita sempurnakan hari ini, besar kemungkinan akan berlubang kembali,” kata Pramono usai mengunjungi pos pengungsian di Masjid Jami’ Baitul Rahman, Cengkareng, Sabtu (24/1).

“Karena sampai dengan tanggal 27, Jakarta ini diperkirakan curah hujannya masih tinggi. Percuma kita perbaiki hari ini, besok bisa berlubang lagi, apalagi dengan curah hujan seperti ini,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI sepakat memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga tanggal 27 Januari. Tujuannya jelas: meredam hujan. Baru setelah periode itu berlalu, perhatian akan dialihkan untuk membenahi jalan-jalan yang sudah seperti keju swiss itu.

Sementara itu, warga Jakarta masih harus berjibaku dengan jebakan di aspal setiap kali mereka berkendara.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar