Yang menarik, peluncuran buku ini sengaja dikaitkan dengan sebuah gerakan. Rismon meluncurkannya bersamaan dengan apa yang disebut "Resolusi Lengserkan Wapres Gibran di Tahun 2026." Sebuah timing yang jelas-jelas politis dan penuh perhitungan.
Aksi di CFD itu pun terekam dan viral di media sosial. Sebuah akun dengan nama BP™ menyoroti suasana saat buku dibagikan.
Video-video pendek yang beredar menunjukkan antusiasme sebagian pengunjung CFD yang mengambil buku tersebut. Roy Suryo, dengan gaya khasnya, terlihat aktif menyerahkan buku ke tangan orang yang lewat.
Semua ini terjadi di ruang publik, di hari libur, di depan ratusan pasang mata. Bukan di seminar tertutup atau jumpa pers. Mungkin itu strateginya: langsung ke masyarakat, biar pesannya menyebar tanpa filter. Dan sepertinya, berhasil.
Artikel Terkait
DJ Dinar Candy Bongkar Modus Podgeter, Vape Palsu Berisi Narkoba di Dunia Malam
Korban Penjambret Tewas Sendiri, Pelaku Pengejaran Malah Dijerat Hukum
Tina Talissa Resmi Menikah, Wapres Gibran Hadiri Pesta Pernikahan
Anggota DPRD Kudus Divonis Kerja Sosial, Hukuman Pertama di Era KUHP Baru