Suasana Car Free Day di Jakarta pagi itu cukup ramai. Di tengah kerumunan pejalan kaki dan pesepeda, sebuah lapak buku sederhana justru menarik perhatian. Roy Suryo dan Rismon Hasiholan Sianipar terlihat sibuk melayani pembeli. Buku yang mereka jual? Judulnya cukup provokatif: GIBRAN'S END GAME: WAPRES TAK LULUS SMA.
Menurut sejumlah saksi, antusiasme pembeli terbilang tinggi. Buku-buku itu laris diborong, Minggu (25/1/2026) itu. Situasi ini tentu saja bisa menambah sakit kepala bagi Jokowi. Bagaimana tidak? Buku yang dijual bebas di ruang publik itu secara terbuka mengangkat isu sensitif tentang Wakil Presiden.
Nah, buku kontroversial ini sendiri merupakan hasil penelitian. Penulisnya adalah Dr. Rismon Hasiholan Sianipar, seorang ahli digital forensik. Ia tak main-main dalam menyusunnya.
Peluncuran bukunya pun punya timing yang menarik. Rismon sengaja meluncurkannya bersamaan dengan gerakan bertajuk "Resolusi Lengserkan Wapres Gibran di Tahun 2026". Jadi, ini bukan sekadar peluncuran biasa. Lebih seperti sebuah pernyataan politik.
Artikel Terkait
Prabowo Curi Waktu dengan Zidane di Davos, Bahas Mimpi Besar Sepakbola Indonesia
Tito Karnavian Desak Relokasi dan Reboisasi Usai Longsor Pasirlangu
Santet Masuk KUHP: Antara Mitos, Konflik Sosial, dan Dilema Hukum Modern
Suami Sleman Jalani Mediasi Usai Tewaskan Dua Jambret yang Sasar Istrinya