Hujan yang tak henti sejak Rabu lalu akhirnya memicu bencana di Situbondo. Lima kecamatan terendam, dua nyawa melayang, dan jalur Pantura utama pun lumpuh total. Situasi yang benar-benar memprihatinkan.
Menanggapi hal ini, Kementerian Sosial pun bergerak cepat. Bantuan darurat mereka kirimkan dari Sentra Terpadu Soeharso di Surakarta, langsung menuju wilayah yang porak-poranda.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengonfirmasi pengiriman bantuan itu dari Jakarta pada Sabtu (24/1).
"Kemensos mengirim bantuan kedaruratan bagi warga terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Situbondo. Pada hari ini bantuan dikirim dari Sentra Terpadu Soeharso Surakarta," jelasnya.
Bantuan yang dikirim cukup beragam, mulai dari kebutuhan paling mendesak. Ada ribuan paket makanan siap santap, lauk pauk, hingga makanan khusus anak-anak. Untuk penunjang pengungsian, dikirim juga ratusan paket family kit, perlengkapan anak, serta kasur, selimut, dan tenda gulung. Sandang untuk dewasa, anak, dan bayi juga tak terlupakan.
Di lapangan, petugas Kemensos, Dinas Sosial setempat, dan para Tagana sudah bekerja keras sejak awal. Mereka melakukan asesmen, mengevakuasi warga ke tempat aman, dan mendirikan dapur umum. Upaya ini tak berjalan sendirian; koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, dan relawan terus digencarkan untuk penanganan yang lebih terpadu.
Data sementara yang berhasil dihimpun sungguh memilukan. Sekitar 9.045 jiwa terdampak. Selain korban jiwa, lebih dari tiga ribu rumah terendam, dengan puluhan lainnya mengalami kerusakan berat dan sedang. Sayangnya, jumlah pengungsi dan titik pengungsian pasti masih terus dihitung oleh petugas di lokasi.
Semua ini berawal dari hujan lebat yang mengguyur tanpa ampun. Sungai tak mampu lagi menahan, tanggul pun jebol. Akibatnya, Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, Bungutan, dan Kendit berubah menjadi lautan air. Bukan cuma jalan nasional yang terputus, sebuah jembatan di Desa Jetis Tanjung dilaporkan ambruk dan hanyut. Longsor di Desa Kalisari menambah panjang daftar kesulitan warga.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah kesedihan ini. Per Sabtu (24/1), air di kelima kecamatan tersebut dilaporkan mulai surut. Pembersihan segera dimulai. Warga, bersama TNI, Polri, dan para relawan, bahu-membahu mengusir lumpur dan sisa-sisa banjir dari rumah mereka.
Meski banjir reda, dapur umum yang dikelola Tagana masih tetap beroperasi. Mereka bertahan, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sambil menunggu kehidupan di Situbondo benar-benar pulih seperti sedia kala.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Makassar 26 April: Siang hingga Sore Hujan Ringan-Sedang, Dini Hari Gerimis
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze