Kota Yogyakarta sendiri tak luput dari amukan alam. Setidaknya tujuh titik di beberapa kemantren seperti Mergangsan dan Kotagede mengalami kerusakan. Enam pohon tumbang, sebuah tempat usaha terdampak, dan satu tower rusak. Kabar yang agak meredakan datang dari Bantul, di mana hanya satu pohon tumbang di Banguntapan tanpa ada laporan korban jiwa.
Lantas, apa penyebabnya? Ternyata, angin kencang ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang tak biasa. Fenomena ini dipengaruhi oleh keberadaan siklon tropis di luar wilayah Indonesia.
“Hal ini diakibatkan pengaruh tidak langsung dari Siklon Tropis “Luana” di Sekitar Pantai Barat Laut Australia, sehingga dataran yang bertopografi yang cukup tinggi berpotensi terdampak oleh angin kencang tersebut,”
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, memaparkan bahwa cuaca ekstrem ini berpotensi bertahan hingga tiga hari ke depan. Situasi yang patut diwaspadai.
Artikel Terkait
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan
Prabowo di Davos: Diplomasi Ekonomi dan Langkah Berani di Panggung Retak
Banjir Bandang Porak-Porandakan Kawasan Wisata Guci, Akses Utama Terputus