Video pendek yang diduga merekam suasana sebuah klub malam di Cirebon tiba-tiba membanjiri linimasa media sosial. Durasi rekamannya cuma sekitar setengah menit, tapi dampaknya luar biasa. Dalam waktu singkat, video itu memicu gelombang perdebatan dan kecemasan di kalangan warga.
Suasananya terlihat khas: lampu berkedip, musik menghentak. Yang menjadi sorotan, beberapa pria terlihat sedang menari. Gerakan mereka dinilai banyak yang tak lazim, bahkan beberapa tampak berinteraksi intim dengan sesama jenis. Rekaman itulah yang kemudian memicu spekulasi.
Banyak netizen yang langsung mencapnya sebagai "pesta LGBT". Label itu, terlepas dari benar atau tidaknya, semakin memanaskan situasi dan memperdalam keresahan di masyarakat Cirebon.
Merespon hal ini, Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar akhirnya angkat bicara. Dia membenarkan bahwa polisi sedang menyelidiki video yang diduga kuat melanggar norma kesusilaan tersebut.
“Kami sudah mengamankan dua pria yang ada di video tersebut,”
kata Eko Iskandar, Jumat (23/1/2026).
Dua pria yang diamankan itu berinisial I (25) dan Y (26). Saat ini keduanya sudah dibawa ke Mapolres Cirebon Kota untuk menjalani pemeriksaan intensif. Menurut Eko, penyidik masih mengumpulkan potongan informasi. Mereka berusaha merekonstruksi kronologi kejadian, peran masing-masing orang, dan konteks sebenarnya di balik video yang viral itu.
Langkah penangkapan ini sendiri dinilai sebagai respons cepat polisi melihat gejolak yang terjadi di masyarakat.
“Kasus ini cukup membuat masyarakat resah, sehingga pihak kepolisian langsung tanggap, untuk menjamin kepastian hukum dalam kasus ini,”
tutur Eko menegaskan.
Kini, semua mata tertuju pada proses hukum selanjutnya. Sementara di dunia maya, perbincangan masih terus bergulir, jauh lebih panjang dari durasi video aslinya.
Artikel Terkait
DPR Desak Evaluasi Total Izin Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Stasiun Bekasi Timur
Kejari Gowa Banding Vonis Bebas Tiga Terdakwa Korupsi Dana JKN Rp3,3 Miliar
Harga Emas di Pegadaian Turun, Galeri24 dan UBS Kompak Melemah
Ratusan Warga Takalar Rusak Pagar Kantor Bupati, Tolak Pembangunan Kawasan Industri Laikang