Dugaan dia sederhana. Ketakutan itu muncul karena sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi.
“Jika nanti di Pilpres 2029 pertarungannya adalah Prabowo versus Anies,” lanjutnya, “ini akan menjadi dilema besar buat PKS.”
Di satu sisi, ada koalisi yang sudah dibangun. Di sisi lain, ada figur yang punya ikatan sejarah dan elektabilitas kuat. Pilihan yang sulit, tentunya.
Jadi, pernyataan “PKS tetap PKS” itu bisa dibaca sebagai bentuk afirmasi diri. Sekaligus, ya, mungkin juga sebagai pengingat untuk para kadernya sendiri di tengah gemuruh politik yang mulai berubah.
Ingin tahu analisis lengkapnya? Simak ulasan Pak Suharsono dalam video berikut.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional