Dugaan dia sederhana. Ketakutan itu muncul karena sebuah skenario yang sangat mungkin terjadi.
“Jika nanti di Pilpres 2029 pertarungannya adalah Prabowo versus Anies,” lanjutnya, “ini akan menjadi dilema besar buat PKS.”
Di satu sisi, ada koalisi yang sudah dibangun. Di sisi lain, ada figur yang punya ikatan sejarah dan elektabilitas kuat. Pilihan yang sulit, tentunya.
Jadi, pernyataan “PKS tetap PKS” itu bisa dibaca sebagai bentuk afirmasi diri. Sekaligus, ya, mungkin juga sebagai pengingat untuk para kadernya sendiri di tengah gemuruh politik yang mulai berubah.
Ingin tahu analisis lengkapnya? Simak ulasan Pak Suharsono dalam video berikut.
Artikel Terkait
Demokrasi dalam Cengkeraman: Kedaulatan Rakyat Dikaburkan oleh Permainan Elite
Bareskrim Beberkan Kerugian Rp 2,4 Triliun dalam Kasus Dana Syariah Indonesia
Dito Ariotedjo Buka Suara soal Asal-Usul Kuota Haji Tambahan Usai Diperiksa KPK
Chocolate: Kisah Penyembuhan di Balik Hidangan yang Menggugah Jiwa