Di tengah hiruk-pikuk World Economic Forum di Davos, sebuah inisiatif baru diluncurkan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi meluncurkan Board of Peace (BoP), dan Indonesia memutuskan untuk bergabung. Menteri Luar Negeri Sugiono mengonfirmasi hal ini Jumat lalu.
Menurut Sugiono, undangan datang langsung dari Trump sendiri. Peluncurannya memang sengaja dilakukan di sela forum ekonomi global di Swiss, Kamis (22/1) lalu. Presiden Prabowo Subianto yang hadir pun turut menandatangani piagam organisasi tersebut.
Lalu, apa sebenarnya fungsi BoP? Sugiono menjelaskannya lewat sebuah keterangan video.
“Board of Peace sendiri berfungsi untuk pengawasan, administrasi, kemudian stabilisasi keamanan, serta rekonstruksi dan rehabilitasi Gaza. Semua itu akan dilakukan secara bertahap,” ujar Sugiono.
“Di samping itu, Board of Peace juga merupakan sebuah badan yang mengawasi semacam pemerintahan transisi di Palestina, yang terdiri dari unsur-unsur teknokrat untuk menjalankan fungsi-fungsi administrasi di Gaza,” lanjutnya.
Jadi, intinya badan ini dibentuk sebagai langkah konkret menangani konflik Gaza. Bagi Indonesia, keputusan untuk ikut serta bukan tanpa alasan. Ini dilihat sebagai langkah strategis dan konstruktif untuk mendorong solusi dua negara yang selama ini diperjuangkan.
Sugiono, yang juga Sekjen Gerindra, menekankan hal itu.
“Sekali lagi, bagi kita solusi dua negara yang nyata itu harus terwujud. Kemerdekaan Palestina serta pengakuan terhadap kedaulatan Palestina merupakan sesuatu yang selama ini terus kita perjuangkan. Board of Peace ini menjadi salah satu alternatif konkret yang saat ini bisa kita harapkan untuk mencapai tujuan tersebut,” kata Sugiono.
Di sisi lain, keikutsertaan ini juga punya makna lebih luas. Bukan cuma soal Palestina, tapi juga posisi Indonesia di peta diplomasi global.
“Kehadiran Indonesia di dalamnya tentu merupakan bentuk pengakuan dunia internasional terhadap diplomasi Indonesia, posisi Indonesia, serta pandangan-pandangan Indonesia mengenai perdamaian dunia pada umumnya dan perdamaian di kawasan tersebut pada khususnya,” pungkasnya.
Jadi, lewat BoP ini, Indonesia berusaha mengambil peran aktif. Bukan sekadar jadi penonton, tapi terlibat langsung dalam sebuah mekanisme yang diharapkan bisa membawa perubahan nyata di Gaza.
Artikel Terkait
Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil, Namun Ada Perbedaan Harga Antar Penyedia
Prakiraan Cuaca Makassar 26 April: Siang hingga Sore Hujan Ringan-Sedang, Dini Hari Gerimis
PSM Makassar Mulai Bangkit di Papan Bawah, Ujian Berat Lawan Bali United Jadi Penentu
PSG Hajar Angers 3-0, Gol Cepat dan Dominasi Penuh Kokohkan Puncak Klasemen Ligue 1