Di balik ketelitian kerja di ruang dingin dan jam kerja yang panjang, ada satu hal yang sering terlupakan: mobilitas mereka. Baik butcher maupun steward tidak cuma diam di satu tempat. Ritme harian mereka menuntut kesiapan fisik yang prima, dari berangkat hingga pulang kerja.
Dalam keseharian yang padat itu, kendaraan punya peran penting. Bagi Ozil, perjalanan dari dan menuju hotel adalah momen transisi bagi tubuhnya, dari hawa dingin dapur ke suasana jalanan kota. Sebuah skutik dengan bagasi luas dan kenyamanan berkendara menjadi penunjang yang krusial. Performa yang stabil membantu menembus kemacetan Yogyakarta, sementara posisi duduk yang ergonomis sedikit meredakan pegal setelah berdiri berjam-jam. Intinya, mobilitas yang lancar membantu mereka tiba di tempat kerja dalam kondisi siap sebuah prasyarat mutlak sebelum masuk ke dunia yang menuntut presisi tinggi.
Di Hilir, Ada Sang Penjaga Peralatan
Sementara Ozil berjaga di hulu, Ardi Setiawan memastikan segala sesuatu beres di hilir dapur. Sebagai Assistant Chief Steward di Hotel Tentrem dengan pengalaman 13 tahun, Ardi mengelola lebih dari 50 ribu unit peralatan makan. Dengan sedikit canda, dia menyebut dirinya "TCLB", alias Tukang Cuci Luar Biasa.
"Kalau steward itu, pasti kalau di luaran tahunya kan cuci piring, ya. Tapi sebenarnya steward itu salah satu pahlawan untuk service dan kitchen. Mereka yang men-support kedua departemen ini supaya semua berjalan dengan lancar,"
kata Ardi. Tanggung jawabnya mencakup kebersihan, sanitasi, dan memastikan setiap peralatan siap sebelum sampai ke tangan tamu.
"Steward di sini, kita maintain aset barang pecah belah dan kita sebagai cleanliness di area kitchen, terutama menjaga hygiene dan sanitasi. Saya sebagai steward memegang peran, saya bertanggung jawab atas piring sendok sebelum sampai ke meja tamu. Saya yang maintain,"
jelasnya tegas.
Jadi begitulah. Dari presisi tangan seorang butcher yang mengolah daging bernilai tinggi, sampai ketelitian seorang steward yang menjaga puluhan ribu peralatan, seluruh tim bergerak dalam ritme yang sama. Mereka mungkin tak pernah terlihat oleh tamu yang sedang menikmati hidangan. Namun, setiap detail yang mereka jaga adalah fondasi dari pengalaman bersantap yang sempurna.
Liputan Kuliner Berbintang ini didukung oleh Yamaha sebagai bagian dari pembacaan ritme kerja, mobilitas, dan ekosistem dapur profesional.
Artikel Terkait
Bareskrim Bongkar Modus Proyek Fiktif Fintech DSI, Kerugian Tembus Rp 2,4 Triliun
Calvin Khoe: MUN Bukan Cuma untuk Kampus, Saatnya Masuk ke Sekolah Negeri
Malaysia Buka Suara Soal Tiga Desa Nunukan yang Pindah ke Wilayahnya
Daan Mogot Kembali Normal, Genangan Setelah Hujan Deras Akhirnya Surut