Angka 80 persen itu ibarat lahan subur yang menggiurkan. Sebuah "political opportunity" yang fantastis untuk dibidik partai baru yang merasa bisa menghadirkan sesuatu yang berbeda.
Tapi jalan menuju parlemen ternyata sangat terjal. Adi mencatat, sejak 2014 sekitar sepuluh tahun terakhir belum ada satu pun partai baru yang berhasil melompati ambang batas parlemen. Nasdem adalah yang terakhir berhasil. Pada Pemilu 2019 dan 2024, semua pendatang baru gagal.
Bahkan partai lama sekelas PPP pun terlempar pada 2024 karena tak mencapai batas 4 persen. Hanura juga mengalami nasib serupa.
"Pasca 2014 hingga saat ini kurang lebih sekitar 10 tahun itu belum ada partai politik baru yang lolos ke parlimen," ungkapnya.
Lantas, bagaimana dengan Partai Gerakan Rakyat dan Partai Gema Bangsa yang belakangan ramai diperbincangkan? Tantangan mereka sangat besar. Mereka harus bekerja nyata, turun ke masyarakat, jika ingin punya peluang di 2029. Survei menunjukkan, partai yang disukai adalah yang rajin blusukan, kampanye dari pintu ke pintu, dan memberikan bantuan sosial.
Soal Partai Gerakan Rakyat, Adi melihatnya sebagai pertaruhan politik besar dari seorang Anies Baswedan.
"Kalau mau jujur sebenarnya Partai Gerakan Rakyat ini adalah pertaruhan politik sosok Anies Baswedan karena denyut nadi dari gerakan rakyat ini adalah Anies Baswedan," tegas Adi.
Diferensiasinya jelas: posisi di luar kekuasaan dengan sikap kritis. Sementara Partai Gema Bangsa, selain dukungannya kepada Presiden Prabowo untuk maju lagi di 2029, belum terlihat pembeda yang signifikan.
Peringatan Adi jelas: tanpa kerja nyata dan kebaruan yang berarti, partai-partai baru ini hanya akan jadi penggembira. Sekadar ornamen dalam pesta demokrasi, tanpa pernah benar-benar meraih kursi di Senayan atau dukungan rakyat yang solid.
"Layak kita tunggu apakah dua partai politik baru ini akan mendapatkan dukungan rakyat atau justru layu sebelum berkembang. Waktu dan kerja politiklah yang akan menjawab," pungkasnya.
Artikel Terkait
Starmer Tuntut Trump Minta Maaf Atas Komentar yang Hina Pengorbanan Pasukan NATO
Dari Penolakan di Ruang Operasi, Lahir Hijab Bedah Pertama di Dunia
Suara Gaza yang Tak Bisa Dibungkam: Mosab Abu Toha dan Seruan untuk Menentukan Nasib Sendiri
Harta Rp 15,38 Miliar Letkol Teddy, Mayoritas dari Hibah Properti