Bukan cuma itu. Pejabat lain menyebut Pentagon juga mempertimbangkan untuk mengirim sistem pertahanan udara tambahan ke kawasan Timur Tengah. Tujuannya jelas: melindungi pangkalan-pangkalan militer AS dari kemungkinan serangan balasan Iran, jika situasi memanas.
Menariknya, sebenarnya laporan tentang pergerakan kapal perang AS ini sudah beredar sejak pekan lalu. Kapal-kapal itu disebut bergerak dari kawasan Asia-Pasifik.
Latar belakang ketegangan ini adalah gelombang demonstrasi besar di Iran sejak Desember 2025. Krisis ekonomi memicu kemarahan rakyat, yang berujung pada protes antipemerintah yang brutal. Lembaga-lembaga independen di luar sana memperkirakan korban jiwa telah mencapai angka ribuan.
Trump sendiri sudah berkali-kali mengancam akan turun tangan jika aparat Iran terus membunuh demonstran. Namun ancamannya sempat melunak pekan lalu, ketika dia menyatakan bahwa eksekusi terhadap para pengunjuk rasa sudah berhenti.
Sementara itu, Iran punya narasi sendiri. Mereka menuding Amerika Serikat dan Israel musuh bebuyutan mereka sebagai dalang di balik segala kerusuhan yang melanda negara mereka.
Artikel Terkait
Delapan Belas Jembatan Bailey di Aceh Sudah Beroperasi Penuh
Petani Madiun Divonis Percobaan Usai Memelihara Landak Jawa
Di Balik Seragam Loreng: Sentuhan Manusiawi TNI di Tengah Puing Bencana Sumatra
Setan Besar yang Mulai Memakan Sekutunya: Retakan Wibawa Amerika di Mata Dunia