Prabowo di Davos: Tegas Hukum, Genjot SDM, dan Gaungkan Perdamaian

- Jumat, 23 Januari 2026 | 05:00 WIB
Prabowo di Davos: Tegas Hukum, Genjot SDM, dan Gaungkan Perdamaian

Di Davos, Swiss, udara dingin tak menyurutkan semangat Presiden Prabowo Subianto. Di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku bisnis global dalam World Economic Forum 2026, Kamis (22/1) lalu, ia menyampaikan pidato yang cukup berisi. Bukan sekadar retorika, ia membeberkan sejumlah capaian yang menurutnya telah diraih Indonesia, terutama dalam setahun terakhir.

Gebrakan Hukum dan Perang Melawan Korupsi

Prabowo membuka pidatonya dengan topik yang kerap jadi sorotan: penegakan hukum. Ia meyakini, iklim investasi yang sehat mustahil tercipta tanpa kepastian di bidang ini. Karena itu, pemerintahannya disebut tak ragu bertindak tegas, termasuk memberantas korupsi yang menggerogoti sendi-sendi ekonomi.

"Kami telah menghadapi korupsi secara langsung, tegas, dan terbuka. Sebagaimana layaknya seseorang yang berhadapan dengan penyakit, kita harus berani mengakui penyakit yang kita derita," ujar Prabowo.

Ia mengklaim, tak lama setelah dilantik, timnya langsung membongkar kasus megakorupsi yang menjerat tata kelola minyak mentah. Kasus itu sendiri menyeret nama pengusaha Riza Chalid. Menurut Prabowo, praktik ilegal semacam ini ditemukan di banyak sektor. Penindakannya pun terus digencarkan. Beberapa waktu lalu, misalnya, izin operasi 28 perusahaan yang berdiri di kawasan hutan lindung dicabut.

Menyapu Peraturan yang "Tak Masuk Akal"

Di sisi lain, upaya lain yang digaungkan adalah penyederhanaan regulasi. Dalam setahun, ratusan peraturan disebut telah dihapus.

"Ratusan peraturan telah kami hapus dalam satu tahun," tegasnya.

Aturan-aturan yang dihilangkan itu, kata Prabowo, adalah yang dinilai "tidak masuk akal". Aturan semacam itu dianggap jadi penghalang keadilan dan malah menyuburkan budaya korupsi. "Kami telah menghapus ratusan dan ratusan peraturan yang tidak masuk akal, peraturan yang menghambat keadilan, yang menciptakan budaya korupsi," beber dia. Langkah ini, lagi-lagi, diklaim untuk menciptakan iklim investasi yang lebih positif.

Di Panggung Dunia, Suara Perdamaian

Prabowo juga menegaskan posisi Indonesia di kancah geopolitik global. Menurutnya, Indonesia memilih jalan perdamaian, bukan kekacauan. Prinsipnya sederhana: berteman dengan semua pihak, dan tak ingin memiliki musuh.


Halaman:

Komentar