Pemerintah Klaim Kesiapan Infrastruktur Jalan Mudik Lebaran 2026 Sudah Dipastikan

- Kamis, 12 Maret 2026 | 18:15 WIB
Pemerintah Klaim Kesiapan Infrastruktur Jalan Mudik Lebaran 2026 Sudah Dipastikan

Jakarta – Menjelang Lebaran 2026, pemerintah mengklaim kesiapan infrastruktur jalan untuk arus mudik sudah dipastikan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi pihak yang menyampaikan kabar ini.

Ia berbicara di kantor LPP TVRI, Jakarta, Kamis (12/3/2026), dalam acara pelepasan kru liputan "Mudik Asyik 2026". Menurut AHY, persiapan dilakukan dengan koordinasi intens antar kementerian dan lembaga. Fokusnya jelas: memastikan perjalanan darat berjalan tanpa kendala berarti.

"Kami dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah selama beberapa minggu terakhir benar-benar serius memetakan segala potensi yang harus kita antisipasi bersama," ujar AHY.

Ia membeberkan, kondisi jalan nasional secara umum sudah cukup mantap, angkanya sekitar 93-94 persen. Tapi, pekerjaan belum selesai. Perbaikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota masih dikebut agar rampung sebelum puncak arus mudik tiba.

Kementerian Pekerjaan Umum punya peran besar di sini. Mereka yang bertanggung jawab pada pemeliharaan jalan. Selain itu, pemerintah berupaya agar tidak ada pekerjaan konstruksi yang justru menghambat arus lalu lintas nanti.

"Kita terus kejar agar dilakukan perbaikan secara cepat sehingga pada saat masa puncak mudik tidak ada lagi konstruksi yang menghambat perjalanan di darat," tegasnya.

Lalu, ada strategi lain. Sejumlah ruas jalan tol fungsional akan dimanfaatkan sementara selama masa mudik dan arus balik. Harapannya, langkah ini bisa mengurai kepadatan yang biasanya terjadi di jalur-jalur utama.

Dengan segala upaya yang digeber ini, pemerintah berharap perjalanan mudik tahun depan bisa lebih lancar. Aman, dan tentu saja, nyaman bagi seluruh masyarakat yang pulang kampung.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar