Jakarta – Menjelang Lebaran 2026, pemerintah mengklaim kesiapan infrastruktur jalan untuk arus mudik sudah dipastikan. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjadi pihak yang menyampaikan kabar ini.
Ia berbicara di kantor LPP TVRI, Jakarta, Kamis (12/3/2026), dalam acara pelepasan kru liputan "Mudik Asyik 2026". Menurut AHY, persiapan dilakukan dengan koordinasi intens antar kementerian dan lembaga. Fokusnya jelas: memastikan perjalanan darat berjalan tanpa kendala berarti.
"Kami dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah selama beberapa minggu terakhir benar-benar serius memetakan segala potensi yang harus kita antisipasi bersama," ujar AHY.
Ia membeberkan, kondisi jalan nasional secara umum sudah cukup mantap, angkanya sekitar 93-94 persen. Tapi, pekerjaan belum selesai. Perbaikan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota masih dikebut agar rampung sebelum puncak arus mudik tiba.
Kementerian Pekerjaan Umum punya peran besar di sini. Mereka yang bertanggung jawab pada pemeliharaan jalan. Selain itu, pemerintah berupaya agar tidak ada pekerjaan konstruksi yang justru menghambat arus lalu lintas nanti.
"Kita terus kejar agar dilakukan perbaikan secara cepat sehingga pada saat masa puncak mudik tidak ada lagi konstruksi yang menghambat perjalanan di darat," tegasnya.
Lalu, ada strategi lain. Sejumlah ruas jalan tol fungsional akan dimanfaatkan sementara selama masa mudik dan arus balik. Harapannya, langkah ini bisa mengurai kepadatan yang biasanya terjadi di jalur-jalur utama.
Dengan segala upaya yang digeber ini, pemerintah berharap perjalanan mudik tahun depan bisa lebih lancar. Aman, dan tentu saja, nyaman bagi seluruh masyarakat yang pulang kampung.
Artikel Terkait
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha: Perlakuan ke Anak Lebih Sadis dari Kamp Guantanamo
Pembicaraan Langsung AS-Iran Batal, Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Pakistan
Petani Sambut Target Swasembada Pangan Prabowo, Harap Ego Sektoral Dikikis
Mantan Wamenaker Noel Akui Terima Rp 3 Miliar dari Pejabat Kemnaker, Bantah Pemerasan