Sepasang suami istri di Kabupaten Pelalawan, Riau, berinisial MM (46) dan SM (32), diduga mengeksploitasi anak dan cucu mereka sendiri dengan memaksa mereka menjadi pengemis manusia silver. Korban yang masih berusia di bawah umur kerap diancam dan dipukul apabila setoran harian dari hasil mengemis tidak mencapai target yang ditentukan.
Kapolsek Pangkalan Kerinci, AKP Shilton, mengungkapkan bahwa salah satu korban, seorang anak perempuan berinisial PW (9), bahkan ketakutan untuk pulang ke rumah. “Jadi cucunya itu yang cewek, PW (9), dia takut pulang, karena biasanya jika tidak mencapai target, korban dipukuli oleh neneknya,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai tiga orang bocah yang ribut di depan pusat perbelanjaan di Pangkalan Kerinci pada Jumat, 12 Juni, malam hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek bersama timnya segera mendatangi lokasi kejadian.
Ketiga anak yang ditemukan terdiri dari dua bocah laki-laki berinisial MH (11) dan RA (9), serta seorang anak perempuan berinisial PW (9). MH dan RA merupakan anak kandung dari pasangan MM dan SM, sementara PW adalah cucu mereka. Saat ditemukan, RA terlihat menarik tangan PW untuk pulang, namun PW menolak karena ketakutan. “PW ini nggak mau pulang karena takut. Katanya kalau pulang nanti dipukuli karena setorannya kurang,” jelas Shilton.
Menurut keterangan polisi, anak-anak tersebut diwajibkan menyetor uang sebesar Rp500 ribu per hari. “Kalau nggak mencapai target, mereka dipukuli,” lanjut Kapolsek.
Setelah melakukan penyelidikan, polisi mengamankan MM dan SM di kediaman mereka. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Pangkalan Kerinci. Shilton menambahkan bahwa pihaknya masih mendalami status PW, karena nama anak tersebut tidak tercantum dalam kartu keluarga pelaku. “Mereka mengakunya korban ini cucunya, tapi sedang kami dalami,” pungkasnya.
Artikel Terkait
PPIH Medan Ingatkan Jemaah: Predikat Haji Mabrur Harus Dijaga Sepanjang Hayat
Polairud Riau Jangkau Wilayah Terisolir di Kepulauan Meranti Lewat Program JALUR
Gempa M5,1 Guncang Tenggara Bitung, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Pria Lansia di PIK Nyaris Diculik Saat Olahraga Pagi, Pelaku Kabur Usai Korban Melawan