Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Januari

- Jumat, 23 Januari 2026 | 03:54 WIB
Jakarta Siaga Awas, Hujan Ekstrem Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Januari

Analisis terbaru menunjukkan, peningkatan intensitas hujan akan terjadi di wilayah selatan Indonesia. Mulai dari Sumatera bagian selatan, melintasi Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Puncaknya diperkirakan jelang akhir Januari ini.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani membeberkan, gangguan di atmosfer memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Ini berpotensi memicu banjir, longsor, dan gangguan transportasi.

Bibit Siklon dan Pengaruh Monsun Asia

Lalu, apa penyebab teknisnya? Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan ada beberapa faktor yang berhimpitan. Salah satunya adalah aktivitas bibit siklon tropis.

Belum lagi, Monsun Asia yang menguat hingga 23 Januari mendatang. Fenomena ini dibarengi seruakan udara dingin dari daratan Asia, yang meningkatkan kecepatan angin dan memicu pertumbuhan awan hujan secara masif di selatan khatulistiwa.

Kondisi itu, ditambah kelembapan udara tinggi dan labilitas atmosfer yang kuat, menciptakan ‘resep sempurna’ untuk cuaca ekstrem skala lokal.

Daerah Mana Saja yang Terdampak?

Lalu, wilayah mana saja yang harus bersiap? Andri memaparkan, potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia secara bergantian.

Pada 23 Januari, ancaman masih tinggi di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Esoknya, 24 Januari, fokus bergeser ke Jawa Tengah dan Timur.

Sedangkan untuk periode 25-26 Januari, Bali, NTB, dan NTT diprakirakan mengalami puncak curah hujan. Situasi ini jelas menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak.

“Dinamika cuaca ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat di provinsi-provinsi tersebut guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi yang mungkin timbul,” pungkas Andri.


Halaman:

Komentar