Di tengah keramaian World Economic Forum di Davos, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perasaan yang bertolak belakang. Ia mengaku senang, bahkan bangga, mendengar kabar dari survei Harvard University dan Gallup Poll. Hasilnya? Tingkat kebahagiaan rakyat Indonesia disebut-sebut sebagai yang tertinggi di dunia.
Tapi perasaan itu tak berlangsung lama. Di sisi lain, ada rasa sedih yang menyelip. Bagaimana tidak, di balik angka yang membanggakan itu, ia tahu betul masih banyak warganya yang hidup serba susah.
Ucap Prabowo di Davos, Kamis lalu. Suasana forum elit dunia itu seketika menjadi saksi pernyataan yang dalam.
Katanya lagi, melanjutkan. Nada suaranya terdengar berubah. Kebahagiaan yang terungkap dalam survei itu, baginya, justru menyoroti sebuah kontras yang tajam dengan realita sehari-hari.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional