Selain dua alasan itu, "Kezia" dalam video AI itu juga bercerita tentang keinginannya untuk terus belajar dan mencoba hal-hal yang menurutnya tak bisa diraih di Indonesia. Meski status kewarganegaraannya dicabut, ia berharap bisa kembali suatu hari nanti sebagai warga sipil.
Semua ini berawal dari sebuah video lain yang lebih dulu viral. Video itu menunjukkan adegan haru seorang ibu melepas anak perempuannya yang mengenakan seragam militer AS dan hijab. Perempuan muda itulah yang kemudian diidentifikasi sebagai Kezia Syifa.
Adanya video AI yang menanggapi viralnya kabar tersebut justru membuat situasi semakin ruwet. Masyarakat pun dibikin penasaran, mana yang benar-benar fakta dan mana yang sekadar simulasi digital. Yang jelas, kasus ini menyisakan banyak tanya tentang mudahnya informasi dan disinformasi tersebar di era teknologi sekarang.
Artikel Terkait
Mantan Kekasih Diamankan Diduga Tewaskan Mahasiswi di Dumai
Ketua Komisi VIII Tak Sadar Ada Upaya Pengkondisian Pansus Haji oleh Yaqut
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan