Di Selalu Ada Kafe, kantor Kemensos, Kamis lalu, suasana terlihat cukup santai meski membahas agenda serius. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menerima kunjungan dua bupati: Dedy Putra dari Bungo dan M. Syukur dari Merangin. Pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi biasa. Inti pembicaraannya adalah peluang kedua kabupaten itu ikut serta dalam program Sekolah Rakyat.
Program ini, seperti diketahui, jadi salah satu fokus utama Presiden Prabowo untuk mengatasi kemiskinan ekstrem. Menurut Gus Ipul, ini kesempatan emas yang tak boleh disia-siakan daerah.
“Sekolah Rakyat ini harus diambil, rugi kalau tidak diambil program presiden ini,” tegas Gus Ipul dengan nada meyakinkan.
“Presiden (menaruh) perhatian bener ini. Presiden itu pengen ngasih kemuliaan kepada orang-orang miskin ekstrem.”
Ia lalu membeberkan fakta bahwa program ini sudah jalan di 166 titik se-Indonesia, dengan siswa hampir mencapai 16 ribu. Muridnya beragam banget, ada yang berprestasi, ada juga yang masih belajar baca-tulis. Tapi semuanya dapat fasilitas dan kurikulum dengan standar yang dijamin bagus. Bayangkan saja, kalau program serupa hadir di Merangin dan Bungo. “Bangga kita Pak,” ucapnya penuh harap.
Nah, yang menarik, Sekolah Rakyat ini bukan cuma urusan anak-anak belajar di kelas. Konsepnya lebih holistik. Seluruh keluarganya ikut didukung.
“Anaknya sekolah, orangtuanya diberdayakan. Ada program pemberdayaan untuk orangtuanya kemudian rumahnya dibantu,” jelas Gus Ipul.
Di sisi lain, pembangunan gedung permanen juga digenjot. Gus Ipul menyebut, proses fisiknya sudah mulai di 104 lokasi. “Sudah mulai dibangun, mulai digali tanahnya,” katanya.
Tapi semua itu harus dimulai dari data yang bersih. Gus Ipul menekankan, peran bupati krusial sejak awal, terutama dalam seleksi calon siswa. Prosesnya harus ketat, transparan, dan bebas dari titipan.
Artikel Terkait
Sindikat Oplosan Gas Elpiji di Palembang Digerebek, Untung Hampir Rp4 Juta Sehari
Jakarta Terapkan Sekolah Daring, Antisipasi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Januari
Prabowo Buka Suara di Davos: Dari Menolak Undangan hingga Pamer Prestasi Setahun Memimpin
Konten Pandji Pragiwaksono Soal Sholat Dilaporkan ke Polda Metro Jaya