"Sehingga terdampak ke akses yang mau ke Antasari," kata Komarudin.
Dampak berantainya luas. Kemacetan parah di Kuningan itu seperti efek domino, merembet sampai ke Semanggi dan Jalan Jenderal Sudirman. Titik tersempit atau bottleneck di sekitar keluaran underpass jadi puncak masalahnya, karena di situlah banjirnya berkumpul.
"Karena memang di situ titik banjirnya persis di bottleneck keluaran underpass itu, yang dari bawah, yang titik banjir ada di situ," jelasnya.
Ditanya soal fokus penanganan, Komarudin menegaskan ketiga titik awal tadi Cawang, Mampang, Daan Mogot adalah prioritas. Memang di tempat lain juga ada genangan, tapi masih bisa dilintasi walau dengan kecepatan sangat lambat. Ketiga titik itulah yang sempat membuat kendaraan benar-benar berhenti total.
Untuk mengurai kemacetan yang sudah terlanjur parah ini, seluruh personel lalu lintas dikerahkan. Mereka akan tetap siaga di lapangan. Pengaturan manual juga terus dilakukan di titik-titik prioritas.
"Masih, personel kita masih di lapangan semua. Saat ini bahkan kita sudah lakukan penebalan," tegas Komarudin.
"Traffic light itu yang di Kuningan, kita manualkan. Termasuk juga yang di Cawang... Karena memang saat ini genangan sudah mulai surut, tinggal volumenya yang kita prioritaskan, tarikan dari ekor yang paling padat," tutupnya menerangkan strategi.
Jadi, begitulah situasinya. Hujan berjam-jam, genangan di mana-mana, dan jalanan ibukota kembali berubah menjadi tempat parkir berjalan. Warga yang terjebak di jalan hanya bisa bersabar, menunggu air surut dan lalu lintas mulai bergerak.
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Sebut Kondisi Keamanan dan Politik Tak Memungkinkan
BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sebagian Besar Sulsel
Israel Lancarkan Serangan Besar ke Basis Hizbullah di Beirut, Balasan Roket Mendarat di Utara
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions