Di Kota Makassar, Kamis (22/1) lalu, suasana terasa cukup khidmat. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Moh Syafi'i, secara resmi menyerahkan black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep. Penerimanya adalah Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono.
Penemuan kotak hitam ini tentu jadi titik terang. Perangkat yang diserahkan itu mencakup dua komponen vital: Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR).
Di hadapan wartawan, Syafi'i menjelaskan prosesnya.
"Saya Kepala Badan SAR Nasional setelah menerima black box ini dari teman-teman SAR yang di lapangan, pada kesempatan ini akan kita serahkan secara resmi kepada KNKT," ujarnya.
Harapannya jelas. Ia ingin data dari dalam kotak hitam itu segera diolah. Tujuannya, mengungkap penyebab jatuhnya pesawat dan mempercepat proses evakuasi.
"Mudah-mudahan dari teman-teman yang dipimpin oleh Kepala KNKT bisa bekerja lebih cepat untuk melakukan asesmen, evaluasi terhadap kejadian kecelakaan ini," tambah Syafi'i penuh harap.
Di sisi lain, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono punya penjelasan teknis yang detail. Menurutnya, CVR punya empat channel perekam suara.
Artikel Terkait
Izin 28 Perusahaan Dicabut, Tapi Operasi di Lapangan Masih Berjalan
Dua Bintang Tersangka untuk Bupati Pati
Delapan Pabrik di Jabodetabek Disetop Operasi Cerobongnya Gara-gara Asap Hitam
Ironi di Balik Status ASN: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Jatuh Lebih Rendah dari Honorer