Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga memimpin Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, memberikan apresiasi atas pembangunan hunian sementara di Aceh Utara. Wilayah ini memang termasuk yang paling parah terdampak. Bayangkan saja, banyak rumah warga yang hancur lebur, rata dengan tanah. Sementara itu, sebagian masyarakat masih harus bertahan di tenda-tenda pengungsian.
“Ada 4.000 unit huntara di Aceh Utara. Mudah-mudahan ini bisa membantu, terutama mereka yang masih tinggal di tenda, agar bisa pindah ke hunian yang lebih layak,” ujar Tito.
Perkataan itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi huntara di Desa Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kamis lalu. Ia menyampaikan terima kasih kepada Ditjen Cipta Karya Kementerian PU dan Danantara yang telah bekerja sama membangunnya.
Di sisi lain, upaya bantuan tak cuma berhenti di situ. BNPB juga telah menyiapkan huntara, mendirikan tenda, menyediakan makanan, dan menyalurkan bantuan air bersih melalui tangki.
Namun begitu, huntara hanyalah solusi sementara. Pemerintah sudah menyiapkan langkah selanjutnya, yaitu hunian tetap atau huntap. Khususnya bagi warga yang rumahnya rusak berat atau bahkan hilang sama sekali.
Penyiapan huntap ini akan melibatkan Kementerian Perumahan, BNPB, dan gotong royong banyak pihak. Salah satunya Yayasan Buddha Tzu Chi, yang disebutkan Tito akan membantu membangun ribuan unit rumah layak huni bersama Menteri PUPR.
Tapi semua percepatan bantuan ini, menurut Tito, punya satu kunci utama: data.
Artikel Terkait
Menginap di Hotel, Satu Pohon Tumbuh di Lahan ITERA
Prabowo Teken Piagam Perdamaian di Davos, Soroti Peluang Damai Gaza
Bima Arya Soroti Biaya Rekayasa Cuaca, Anggap Sistem Pompa Surabaya Lebih Realistis
Konvoi Bantuan DDII Bergerak Lagi, Sasar Korban Bencana Sumatra Jelang Ramadan