Hijab dan Seragam Loreng: Kisah Kezia Syifa, Prajurit AS dari Indonesia

- Kamis, 22 Januari 2026 | 14:50 WIB
Hijab dan Seragam Loreng: Kisah Kezia Syifa, Prajurit AS dari Indonesia

Menurut data terbaru di awal 2026, sistem penggajian di Garda Nasional AS itu cukup rigid. Semuanya diatur berdasarkan pangkat dan lama masa kerja. Sebagai prajurit baru atau Enlisted, Syifa tentu akan menerima bayaran sejak masa pelatihan dimulai.

Kalau dirata-rata per tahun, angkanya sekitar $35.072. Kalo dirupiahin, ya kurang lebih Rp605 juta. Gak sedikit.

Secara bulanan, estimasinya sekitar $2.922 atau Rp49,5 juta. Kalau dihitung per jam, kira-kira $16,86 (sekitar Rp285 ribu).

Namun begitu, angka-angka itu baru gaji pokoknya saja. Masih ada benefit lain yang bakal diterima. Pihak militer biasanya memberikan tunjangan perumahan, khususnya bagi yang sudah berkeluarga. Ada juga keringanan pajak dan yang cukup menggiurkan: fasilitas beasiswa. Jadi, kesempatan untuk melanjutkan studi tetap terbuka lebar buat Syifa nantinya.

Jadi, selain dedikasi dan keberaniannya, pilihan Syifa ini juga membawa masa depan yang cukup mapan. Sebuah perjalanan yang dia awali dengan langkah pasti, hijab, dan seragam loreng.


Halaman:

Komentar