Di balik semua ini, ternyata ada tujuan yang lebih besar. Noe menyebut langkahnya ini sebagai sebuah eksperimen. Eksperimen untuk menciptakan semacam kerangka standar baru tentang bagaimana seharusnya pejabat berinteraksi dengan masyarakat. Ia ingin ada tolak ukur bersama yang dibangun dengan bantuan teknologi.
Ia bahkan memberi contoh sederhana: merespons kritik dengan langkah-langkah seperti menyaring emosi, mengakui keresahan, memberi respons jujur, dan menunjukkan komitmen nyata.
Yang menarik, Noe memberikan batas waktu yang jelas. Ia berkomitmen untuk satu tahun. Semua masukan yang ia sampaikan ke Kemhan akan ia bagikan juga ke publik. Jadi, ada transparansi. Dan jika dalam setahun rekomendasinya dianggap tak berguna atau tak didengar, ia berjanji akan mundur.
Di akhir, ia mengajak lebih banyak pihak untuk terlibat membangun platform semacam ini. Ia juga menegaskan bahwa langkah ini tidak melupakan prinsip dari sang ayah, Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Metodenya mungkin fleksibel, tapi tujuannya tetap satu: membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Artikel Terkait
Anwar Usman Buka Suara Soal Polemik Raja Bolos di MK
Takziah Berujung Ricuh: Wanita Diamankan Usai Curi Uang Sumbangan Duka
Jakarta Kebanjiran Lagi, 17 Ruas Jalan dan 12 RT Terendam
LP3I Depok Gelar Workshop, Bantu Guru Rakit Portofolio Digital