Jakarta – Ada kemungkinan kerja sama yang sedang dijajaki antara Forum Jurnalis Muslim (Forjim) Indonesia dan Pusat Kebudayaan Turki di Jakarta. Hal ini mengemuka setelah perwakilan Forjim bertemu langsung dengan Dr. Cemal Sahin, Direktur Yunus Emre Institute Indonesia.
Pertemuan berlangsung di kantor pusat kebudayaan itu, di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026) siang. Dari percakapan itu, terlihat peluang kolaborasi yang cukup terbuka.
Dr. Cemal Sahin dengan tegas menyatakan kesiapan lembaganya.
"Sebagai Pusat Kebudayaan Turki di Indonesia, kami siap memfasilitasi kerja sama dengan para jurnalis di sini," ujarnya.
Dia lalu menjelaskan, Yunus Emre Institute sebenarnya adalah lembaga resmi pemerintah Turki. Fungsinya sebagai ujung tombak diplomasi publik, yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata setempat. Nama institut ini diambil dari penyair sufi legendaris abad ke-14, Yunus Emre, yang karyanya sarat nilai kemanusiaan dan perdamaian.
"Intinya, kami hadir untuk mempererat hubungan bilateral lewat soft power, yaitu bahasa dan budaya," jelas Cemal.
Di Indonesia, lembaga ini sudah beroperasi fisik sekitar tiga tahun belakangan. Aktivitasnya beragam, mulai dari kursus bahasa Turki, diplomasi budaya, sampai kerja sama akademik. Yang menarik, semuanya digratiskan.
"Kalau ada yang mau belajar bahasa Turki, kami yang tanggung. Begitu juga dengan beasiswa penuh untuk kuliah di Turki. Semua ditanggung pemerintah kami," ungkapnya.
Artikel Terkait
Prabowo Gandeng 24 Profesor Inggris untuk Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Enam Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat di Gunung Bulusaraung Ditemukan
Kejagung Geledah Money Changer, Telusuri Aliran Dana Kasus Limbah Sawit
Prabowonomics di Davos: Gagasan atau Gincu Ekonomi?