MURIANETWORK.COM – Lewat unggahan Instagram-nya, Marshanda akhirnya meluapkan apa yang selama ini dipendam. Rasa sedih, lelah, dan perasaan terasing karena hidup dengan gangguan bipolar selama belasan tahun, tumpah begitu saja. Dia tak lagi berpura-pura.
Sudah 17 tahun lamanya. Itu waktu yang sangat panjang untuk terus berakting seolah baik-baik saja. Padahal, di dalam, ada perasaan hancur karena merasa berbeda dari orang lain. Hidupnya, menurutnya, tak pernah benar-benar normal. Dan Kamis (22/1/2026) itu, semua emosi yang terpendam itu pecah.
Di postingan tersebut, Marshanda menangis. Bukan tangis biasa, melainkan tangis yang dalam dan melelahkan. Dia tak peduli lagi dilihat publik. Yang penting jujur pada diri sendiri. Dan kejujuran itu, katanya, justru membebaskan.
Lalu, seperti apa pengakuan lengkapnya? Ini dia curahan hatinya.
Merasa Jadi Manusia Paling Sial
Lewat percakapan WhatsApp dengan ibunya yang diunggah, Marshanda menuliskan betapa rapuhnya dirinya.
"Karena hal kecil terjadi, Ca tiba-tiba ngerasa sakit bipolar itu membuat Caca jadi orang yang sial dan gak beruntung kayak orang yang gak ada mental illness. I feel small," tulisnya.
Perasaan itu begitu kuat mendera. "Ca ngerasa inadequate, incapable, kurang pantas dapetin hal-hal yang bisa bikin bahagia. Ca lupa caranya tahun-tahun kemarin Caca bisa jadi orang yang kuat. Positive thinking, spreading empowerment kayak gitu. Sekarang Caca ngerasa sial, ngerasa small," lanjutnya.
Yang menarik, ini baru pertama kalinya dalam 17 tahun ia merasakan kepedihan sedalam ini. Selama ini, dia mengabaikan fakta bahwa hidupnya berbeda. Alih-alih larut, dia justru sibuk membangun konten positif, mengadakan seminar, dan grup dukungan tentang penyembuhan.
"Caca kayak baru saja grieving, karena dapat diagnosa bipolar. Baru sedih, baru patah hatinya sekarang. Literally detik ini. Mungkin Ca denial 17 tahun terakhir, deep in my heart, Ca gak mau terima Ca didiagnosa bipolar. Tapi ini Caca lagi nangis-nangis, ma. Thinking I have to live with it my whole life."
Meski berat, ada secercah penerimaan dalam kata-katanya. "I know 17 tahun adalah waktu yang panjang untuk akhirnya menyadari apa yang sedang saya hadapi sekarang. Although it's sad. Maybe, its a good thing that I am finally taking it in with more depth, deeper than before," sambungnya.
Sementara di caption unggahan, nada tulisannya lebih tegas, penuh tekad. Dia mengaku menerima "kekalahan" ini menerima diagnosis bipolar sebagai bagian dari hidupnya.
"Saya bertanggung jawab atas kesejahteraan emosional, spiritual, dan fisik saya sendiri. Saya masih ingin terus menjadi ibu yang hebat, seniman yang hebat, dan penyembuh serta guru transformasi yang berpengaruh dengan menjalani hidup saya sebagai contoh nyata," tulis Marshanda.
Dan dia menutup dengan kalimat penuh kekuatan: "Saya menjaga diri saya seperti seorang pejuang. Saya menerima semua bagian dari diri saya sebagai penyembuh yang saya miliki. Pertama untuk diri saya sendiri, dan setelahnya untuk orang lain."
Artikel Terkait
Makassar Wajibkan Jukir Miliki KTP Lokal, Sinergi dengan Camat dan Lurah Diperkuat
Tangis Haru Calon Siswa Sekolah Rakyat Pecah di Pundak Seskab Teddy
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Pemerkosaan Remaja di Makassar, Salah Satunya Masih di Bawah Umur
Kuasa Hukum Nadiem Protes Percepatan Sidang Chromobook, Sebut Langgar Prinsip Persidangan Adil