Pertemuan yang cukup menarik terjadi Jumat lalu (30/1). Presiden Prabowo Subianto ternyata mengundang dan bertemu sejumlah tokoh yang selama ini kerap dianggap berseberangan dengan pemerintah. Undangannya langsung, dan pertemuan itu sendiri berlangsung cukup lama, lebih dari empat jam.
Di antara yang hadir, ada nama-nama yang tak asing di telinga publik. Misalnya Abraham Samad, mantan Ketua KPK itu. Lalu ada juga mantan Kabareskrim Susno Duadji, serta Said Didu yang pernah menjabat Sekretaris Kementerian BUMN.
Nah, soal apa saja yang dibicarakan, Abraham Samad memberikan sedikit gambaran saat muncul di KOMPAS TV. Menurutnya, salah satu topik hangat adalah soal reformasi di tubuh Polri. Dan tanda reformasi itu benar-benar nyata, kata mereka, adalah dengan adanya pergantian pucuk pimpinan, alias Kapolri.
"Ada yang penting dalam pertemuan itu ketika Pak Susno membicarakan tentang reformasi kepolisian ya. Akhirnya forum itu kelihatannya sepakat semua. Sepakat teman-teman yang diundang bahwa reformasi kepolisian itu harus terus berjalan."
"Dan reformasi kepolisian itu baru nyata ketika ada pergantian pucuk pimpinan Kapolri. Itu berkembang dalam diskusi itu. Sehingga Pak Susno, teman-teman semua menyatakan bahwa kalau tidak ada pergantian di pucuk pimpinan kapolri, maka boleh dikatakan reformasi kepolisian itu berjalan setengah-setengah."
Tak cuma itu. Abraham juga mengungkapkan hal lain yang cukup mengejutkan. Katanya, Prabowo sendiri yang menyampaikan kemungkinan perubahan struktur kepolisian di masa depan.
"Itu yang pertama. Kemudian yang kedua, Pak Prabowo juga di dalam diskusi itu menyampaikan bahwa tidak ada yang mustahil kalau suatu ketika pemerintah mengambil kesimpulan bahwa kapolri itu dibawa sebuah Kementerian. Itu yang disampaikan eksplisit oleh Pak Prabowo bahwa tidak ada yang mustahil, dia bilang, kalau suatu ketika pemerintah menganggap bahwa ternyata kepolisian itu lebih tepat dibawah sebuah kementerian, maka itu akan dilakukan. Itu yang penting."
Lantas, setelah pertemuan akrab itu, apakah para tokoh ini akan berhenti menyuarakan kritik? Tentu tidak. Pertanyaan host KOMPAS TV itu dijawab lugas oleh Abraham Samad.
"Tetap. Karena gini ya, saya ingin sampaikan bahwa kemarin di akhir pertemuan itu, Pak Prabowo menyatakan diskusinya kan belum selesai, maka akan dilanjutkan kemudian diskusi di Hambalang dengan membuka forum yang lebih lebar, lebih melibatkan lagi banyak tokoh. Karena ada beberapa hal yang belum terselesaikan kemarin di dalam diskusi itu."
"Kita akan terus memberi kritik yang konstruktif ya. Kita akan memberikan terus kritik yang konstruktif untuk pembangunan bangsa dan negara ini."
Pertemuan empat jam lebih itu rupanya baru awal. Masih ada kelanjutannya, dengan janji forum yang lebih luas lagi. Tunggu saja perkembangannya.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Imbang Poin di Puncak Klasemen, Laga Kontra Persija Jadi Penentu Gelar Liga 1
Empat Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Masih Dirawat Intensif, Pelaku Terungkap Motif Sakit Hati
Borneo FC Kalahkan Persita 2-0, Manfaatkan Keunggulan Jumlah Pemain
Polda NTT Bongkar 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, Negara Rugi Rp10,16 Miliar