Jumat lalu, suasana di Gedung Wali Kota Bekasi tampak tak seperti biasa. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir untuk meninjau langsung penerapan work from home bagi para ASN di sana. Menurutnya, kebijakan ini jauh lebih dari sekadar tren. Ini adalah bagian dari upaya efisiensi dan sebuah transformasi tata kelola bernegara yang baru.
“Prinsip efisiensi ini bukan cuma soal menghemat BBM impor,” ujar Bima di Jakarta, sehari setelah peninjauannya.
Ia menjelaskan, ada hal yang lebih mendasar yang sedang berubah. “Ada transformasi budaya kerja baru, ada kultur kerja yang baru. Semuanya terbiasa gitu dan arahnya ke sana.” Tujuannya jelas: menciptakan birokrasi yang lebih efektif dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
Di Bekasi, rupanya langkah ini sudah mulai terlihat. Bima mengapresiasi kesiapan sistem Pemkot setempat, yang mencatat partisipasi WFH mencapai sekitar 40 persen dari total ASN. Angka yang cukup menggembirakan untuk sebuah permulaan.
Namun begitu, ia punya pesan lanjutan. Ia meminta Pemkot Bekasi segera menghitung rinci besaran efisiensi anggaran yang berhasil diraup. Penghematan dari pemakaian BBM, air, dan listrik harus bisa diukur dengan jelas.
Artikel Terkait
Kemacetan Parah Landa Kawasan Lapangan Banteng Imbas Gelaran Lebaran Betawi
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah