PPIH TNI-Polri yang Sudah Berhaji Langsung ke Mina
Ada juga perubahan signifikan untuk petugas. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari unsur TNI-Polri yang sudah pernah berhaji, rencananya akan langsung ditempatkan di Mina saat puncak haji. Mereka tidak akan ikut ke Arafah dulu.
"Iya, betul. Rencana tahun ini agar pelayanan di Mina maksimal," kata Harun.
"Oleh karena itu, kita memiliki rencana bahwa petugas, baik dari unsur Linjam (perlindungan jemaah) maupun unsur lainnya yang sudah berhaji, akan langsung diberangkatkan dari pemondokan atau hotel di Makkah menuju Mina."
Harun melanjutkan, "Nanti berbarengan dengan jemaah yang bergerak menuju Arafah. Jadi petugas langsung bergerak ke Mina. Tujuannya agar lebih efektif dalam penyambutan dan pemantauan jemaah yang bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dan dari Muzdalifah menuju Mina."
Diharapkan, dengan skema ini pos-pos tugas PPIH di Mina bisa berfungsi maksimal sejak dini. Harun punya alasan kuat. Menurutnya, kondisi di Jamarat pada malam pertama 10 Zulhijah selalu jadi momen krusial bahkan rawan.
"Semua jemaah menuju ke sana sehingga berpotensi terjadi kepadatan, kelelahan, dan hal-hal lain yang membuat jemaah membutuhkan pertolongan," pungkasnya. "Di situlah kami menilai lebih efektif jika pos-pos petugas sudah diisi oleh petugas yang telah berhaji."
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Dampak Ganda Program Makan Bergizi Gratis: Ciptakan Lapangan Kerja hingga Gerakkan Ekonomi Lokal
BGN Temukan 78 Dapur Gizi di Solo Raya Langgar Aturan Teknis
Analis Sarankan Prabowo Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Bubarkan BGN
Mahfud MD Pertanyakan Efektivitas dan Dorong Evaluasi Keterlibatan Indonesia di Board of Peace