Dinamika keamanan regional berpotentan berubah. Bayangkan, dengan kemampuan pasokan cepat dari ribuan kilometer jauhnya, Tiongkok bukan cuma memperkuat posisi Iran. Mereka juga, secara terang-terangan, sedang menyemen poros anti-Barat yang makin hari makin terlihat kokoh. Ini fakta yang tak bisa diabaikan.
Di sisi lain, pesan yang lebih besar juga terpancar jelas. Ini adalah sinyal tantangan terbuka terhadap dominasi global AS. Sebuah cara Beijing mengatakan bahwa upaya mengisolasi negara yang berseberangan, tak lagi semudah dulu. Dengan memamerkan otot logistik militernya yang tangguh, Tiongkok menyatakan kesiapannya sebagai penyeimbang kekuatan. Terutama di kawasan-kawasan yang selama ini didominasi Washington.
“Ini adalah pernyataan bahwa dunia multipolar bukan hanya wacana, tapi sedang dibangun dengan aksi nyata. Poros Beijing-Tehran semakin nyata, dan mereka menunjukkan bahwa mereka bisa bertindak cepat dan masif ketika diperlukan,”
Tambah analis tadi.
Sampai saat ini, baik pemerintah Tiongkok maupun Iran masih tutup mulut. Belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan detail dan tujuan spesifik operasi udara tersebut. Tapi gelombang analisis yang bermunculan sudah cukup untuk menggoyang papan catur geopolitik. Sepertinya, kita sedang menyaksikan babak baru dalam persaingan pengaruh global. Sebuah babak dimana aksi berbicara lebih lantang daripada retorika.
Artikel Terkait
Prabowo Siapkan Utang Rp700 Triliun: Rakyat yang Menanggung Beban Pajak
Hujan Deras Pagi Ini, Layanan Transjakarta Tersendat dan Alih Rute
Gelombang Pekerja Scam WNI Serbu KBRI Phnom Penh Usai Razia Kamboja
Delapan Negara Muslim Bergabung dengan Dewan Perdamaian Trump, Penandatanganan Digelar di Davos