Sjafrie Siapkan TNI Hadapi Perang Berkepanjangan, Pengamat: Bukan Retorika Biasa

- Rabu, 21 Januari 2026 | 16:00 WIB
Sjafrie Siapkan TNI Hadapi Perang Berkepanjangan, Pengamat: Bukan Retorika Biasa

Sjafrie Perintahkan TNI Siap Hadapi Perang Berlarut, Pengamat Soroti Strategi Pertahanan

Dalam sebuah rapat internal pimpinan TNI dan Kementerian Pertahanan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengeluarkan instruksi yang tegas. Ia menegaskan kesiapan institusinya dan TNI untuk menghadapi berbagai kemungkinan konflik, tak terkecuali potensi perang yang bisa berlangsung lama atau "perang berlarut." Pernyataan ini langsung menarik perhatian para pengamat keamanan.

Menurut Amir Hamzah, seorang pengamat intelijen dan geopolitik, langkah Sjafrie ini bukanlah basa-basi politik belaka. "Pernyataan Menhan bukan sekadar retorika politik," ujarnya, Rabu (21/1/2026).

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia menekankan kesiapan menghadapi konflik multidimensi, baik yang konvensional maupun yang bersifat hybrid, termasuk ancaman siber dan psikologis."

Bagi Amir, pernyataan itu adalah indikator nyata kesiapsiagaan strategis Indonesia. Dunia saat ini memang ruwet, dengan ketegangan di kawasan Indo-Pasifik dan Laut Cina Selatan yang terus memanas. Belum lagi dinamika politik-militer global lainnya yang menuntut setiap negara untuk selalu waspada. Di sisi lain, ketegangan di Greenland juga turut mempengaruhi peta geopolitik.

"Dalam situasi geopolitik seperti ini, kemampuan bertahan jangka panjang menjadi sangat penting," jelas Amir. "Menyiapkan TNI untuk perang berlarut bukan berarti agresif, tapi menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional."


Halaman:

Komentar