Kita memang tak makan dollar.
Betul. Tapi coba lihat, kalau nilai tukar rupiah sudah mulai ngamuk dan benar-benar lepas kendali, dampaknya bisa bikin negara limbung. Kita punya sejarah kelam soal ini. Indonesia pernah mengalaminya.
Dan waktu krisis moneter 1998 melanda, yang berujung pada Reformasi dan lengsernya Presiden Soeharto, Prabowo Subianto memilih pergi ke Yordania.
Nah, sekarang ini rupiah lagi melemah. Perlahan tapi pasti, harganya terus merosot dalam beberapa pekan terakhir. Situasinya bikin was-was.
Makanya, menurut saya, isu nepotisme di Bank Indonesia ini jangan dianggap sepele. Jangan main-main. Lebih baik fokus saja mengurus proyek-proyek besar yang sudah digaungkan, seperti MBG dan IKN. Atau urus saja semua pernyataan dan wacana yang selama ini sudah dilontarkan.
Artikel Terkait
Sastra di Ujung Tanduk: Generasi Digital dan Kematian Imajinasi
Usia Khadijah Saat Menikah: Benarkah 40 Tahun atau Justru 28?
Wali Kota Madiun Ditangkap KPK Usai Dilantik, Fee Proyek dan CSR Jadi Titik Tumpu
Kucing Menyebrang, Tabrakan Beruntun Terjadi di Bypass Ngurah Rai