Pertanyaan retoris itu menggantung di udara, sebelum ia menyampaikan inti kegelisahannya. Menurutnya, seharusnya tidak perlu ada ruang untuk permusuhan.
"Jadi mengapa kebencian, kemarahan, keserakahan, dendam, dan ambisi ini," ujarnya, suaranya terdengar bergetar, "padahal kita dapat menyelesaikan masalah kita dalam kerangka persaudaraan dan hubungan bertetangga?"
Pidato itu, yang direkam dalam sebuah video, dengan cepat menyebar. Isinya bukan hal baru, tapi konteks dan caranya disampaikan kali ini terasa lebih personal. Seperti sebuah seruan dari dalam, di tengah lanskap politik yang kerap dipenuhi retorika keras.
Cuplikan pidato tersebut diunggah oleh sejumlah akun media sosial. Salah satunya menampilkan Erdogan berbicara dalam bahasa Turki dengan terjemahan bahasa Inggris.
Artikel Terkait
Depresi Usai Dipalak Miliaran, Ibu Rumah Tangga Loncat dari Kapal Feri
Forum Advokasi Soroti KUHP Baru dan Kasus Ijazah Palsu di Tengah Gelombang Kriminalisasi
Coki Pardede dan Malam Kelam yang Berujung Rehabilitasi
Adaptasi Live Action 5 Centimeters Per Second Segera Hangatkan Bioskop Indonesia