Dalam bahasa Mandarin, ikan disebut ‘yu’, yang bunyinya mirip dengan kata ‘surplus’ atau kelimpahan. Makanya, muncul ungkapan “nian nian you yu”, harapan agar setiap tahun selalu ada lebihnya.
Ikan selalu dihidangkan utuh, lengkap dengan kepala dan ekornya. Ini simbol dari awal dan akhir yang baik, sebuah keutuhan. Biasanya ikan dikukus sederhana dengan kecap, jahe, dan daun bawang untuk menjaga rasa aslinya. Uniknya, seringkali hidangan ini sengaja tidak dihabiskan. Menyisakan sedikit ikan dianggap sebagai simbol tabungan rezeki untuk tahun depan.
Jeruk Mandarin
Warna keemasan jeruk ini langsung mengingatkan pada kekayaan dan kesuksesan. Namanya dalam bahasa Mandarin juga punya bunyi yang menguntungkan. Itu sebabnya jeruk mandarin kerap dibagi-bagikan, biasanya berpasangan, sebagai hadiah. Rasanya yang segar dan mudah dikupas hanya menambah alasan kenapa buah ini jadi favorit. Memberikannya kepada orang terdekat adalah cara sederhana menyampaikan doa untuk kebahagiaan mereka.
Lumpia Emas
Lihat saja warnanya yang keemasan setelah digoreng, mirip batangan emas, kan? Lumpia memang melambangkan kekayaan. Isiannya yang beragam bisa sayuran, daging, atau udang yang dibungkus kulit renyah, dianggap mewakili keberagaman dan kemakmuran dalam hidup. Hidangan ini fleksibel, bisa dikreasikan, tapi makna tradisionalnya sebagai pembawa keberuntungan tetap tak tergantikan saat Imlek tiba.
Artikel Terkait
Anggota DPR Apresiasi Transparansi Pemerintah Soal Stok BBM untuk Tiga Pekan
Harga Emas Antam Naik Rp35.000, Sentuh Rp3,059 Juta per Gram
Polda Maluku Musnahkan Ribuan Liter Sopi Hasil Operasi Gabungan
Jusuf Kalla Desak Indonesia Berpihak pada Negara Islam dalam Konflik Global