Warga Lokal Jadi Penunjuk Jalan Krusial dalam Evakuasi Korban Jatuhnya ATR 42-500

- Senin, 19 Januari 2026 | 11:12 WIB
Warga Lokal Jadi Penunjuk Jalan Krusial dalam Evakuasi Korban Jatuhnya ATR 42-500

Pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulsel, kembali dilanjutkan. Hari ini adalah hari ketiga operasi itu berlangsung, dengan harapan yang kian menipis namun tetap menyala.

Yang menarik, tim SAR kali ini dipandu langsung oleh Arman, seorang warga lokal berusia 38 tahun. Dialah orang pertama yang berhasil menemukan satu korban, seorang laki-laki, di kaki gunung itu kemarin. Lokasinya sekitar 200 meter dari puncak. Karena pengetahuannya tentang medan, Arman kini menjadi penunjuk jalan utama.

Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, membenarkan hal ini.

“Arman yang bisa mengakses tempat ditemukannya korban kemarin. Jadi, kami mengikuti petunjuk dari masyarakat,” jelas Andi.

Medan dan Cuaca Jadi Tantangan

Proses evakuasi sebenarnya sudah dicoba sejak Minggu lalu, tak lama setelah korban ditemukan. Namun, upaya itu gagal. Cuaca buruk dan medan yang terjal membuat tim tak bisa mengangkat jenazah dari atas. Akhirnya, mereka memilih opsi lain: evakuasi lewat jalur darat yang diketahui warga. Di sinilah peran Arman menjadi krusial.

“Kita mengambil opsi melakukan evakuasi melalui jalur darat dari masyarakat. Pak Arman yang sempat menemukan korban dan berhasil keluar. Artinya, dia mengetahui jalurnya,” sambung Andi Sultan.

Tim Gabungan Diterjunkan

Dari sisi militer, Kolonel Inf Abi Kusnianto selaku Asisten Perencanaan Kodam XIV/Hasanuddin menyebutkan, pihaknya telah mengerahkan tim gabungan. Kekuatannya sekitar 34 personel, gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, hingga Polhut. Masyarakat lokal juga dilibatkan sebagai penunjuk jalan.


Halaman:

Komentar