“Harapannya mereka bisa mengecek kondisi di dasar lokasi tersebut sehingga proses penemuan dan evakuasi jenazah dapat berjalan maksimal,” ujar Kolonel Abi.
Kisah Penemuan dari Arman
Sebelum memandu tim resmi, Arman bercerita tentang momen ia menemukan korban. Saat ditemui di Posko AJU di Desa Tompobulu, ia mengaku berangkat pagi bersama dua temannya, berniat membantu mencari. Ia memilih tidak ikut ramai-ramai ke puncak yang sudah dipadati tim SAR.
“Saya tidak naik ke puncak karena terlalu banyak orang,” katanya.
Meski begitu, ia tekun menyusuri kaki Gunung Bulusaraung. Dan usahanya membuahkan hasil.
“Saya temukan di kaki gunung, sekitar 200 meter dari puncak. Saya lihat itu laki-laki, masih utuh jenazahnya, tapi sudah tidak mengenakan pakaian,” jelas Arman.
Posisi korban tengkurap, sehingga Arman tak bisa melihat wajahnya. Di sekitarnya, berserakan barang-barang pribadi yang sudah rusak parah.
“Di dekat jenazah, saya menemukan dua laptop dan HP, tetapi sudah hancur semua. Ada juga surat-surat, termasuk paspor dan kartu ATM,” bebernya.
Setelah itu, ia segera melaporkan temuannya kepada anggota TNI yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi. Laporan itulah yang kemudian membawanya menjadi bagian penting dalam operasi penyelamatan hari-hari berikutnya.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Minta BMKG Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat di Pangkep
DPR Siapkan Revisi UU Pemilu, Respons Putusan MK yang Menumpuk
Prasetyo Hadi: e-Voting Perlu Kajian Mendalam, Jangan Asal Tiru Negara Lain
Dasco Buka Peluang E-Voting di Pemilu, Tapi Ingatkan Bahaya Kreativitas Hasil