Pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulsel, kembali dilanjutkan. Hari ini adalah hari ketiga operasi itu berlangsung, dengan harapan yang kian menipis namun tetap menyala.
Yang menarik, tim SAR kali ini dipandu langsung oleh Arman, seorang warga lokal berusia 38 tahun. Dialah orang pertama yang berhasil menemukan satu korban, seorang laki-laki, di kaki gunung itu kemarin. Lokasinya sekitar 200 meter dari puncak. Karena pengetahuannya tentang medan, Arman kini menjadi penunjuk jalan utama.
Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, membenarkan hal ini.
“Arman yang bisa mengakses tempat ditemukannya korban kemarin. Jadi, kami mengikuti petunjuk dari masyarakat,” jelas Andi.
Medan dan Cuaca Jadi Tantangan
Proses evakuasi sebenarnya sudah dicoba sejak Minggu lalu, tak lama setelah korban ditemukan. Namun, upaya itu gagal. Cuaca buruk dan medan yang terjal membuat tim tak bisa mengangkat jenazah dari atas. Akhirnya, mereka memilih opsi lain: evakuasi lewat jalur darat yang diketahui warga. Di sinilah peran Arman menjadi krusial.
“Kita mengambil opsi melakukan evakuasi melalui jalur darat dari masyarakat. Pak Arman yang sempat menemukan korban dan berhasil keluar. Artinya, dia mengetahui jalurnya,” sambung Andi Sultan.
Tim Gabungan Diterjunkan
Dari sisi militer, Kolonel Inf Abi Kusnianto selaku Asisten Perencanaan Kodam XIV/Hasanuddin menyebutkan, pihaknya telah mengerahkan tim gabungan. Kekuatannya sekitar 34 personel, gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, hingga Polhut. Masyarakat lokal juga dilibatkan sebagai penunjuk jalan.
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Minta BMKG Modifikasi Cuaca untuk Bantu Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat di Pangkep
DPR Siapkan Revisi UU Pemilu, Respons Putusan MK yang Menumpuk
Prasetyo Hadi: e-Voting Perlu Kajian Mendalam, Jangan Asal Tiru Negara Lain
Dasco Buka Peluang E-Voting di Pemilu, Tapi Ingatkan Bahaya Kreativitas Hasil