AS Pertimbangkan Relokasi Rudal Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah

- Jumat, 06 Maret 2026 | 17:35 WIB
AS Pertimbangkan Relokasi Rudal Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah

Isu pemindahan sistem rudal Patriot AS dari Korea Selatan ke Timur Tengah kini jadi perbincangan serius. Menurut laporan-laporan media yang beredar, beberapa unit pertahanan udara itu bahkan disebut-sebut sudah bersiap untuk diberangkatkan. Hal ini muncul di tengah ketegangan yang terus memanas antara Amerika dan Iran.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, membenarkan bahwa pembahasan memang sedang berlangsung. Pengakuannya disampaikan dalam sidang parlemen, Jumat lalu, menanggapi pertanyaan para wakil rakyat.

Namun begitu, Cho bersikap sangat hati-hati.

"Saya tidak bisa berkomentar lebih jauh soal rencana pemindahan yang mendesak itu," ujarnya, menanggapi pertanyaan apakah rudal-rudal Patriot akan segera dikirim untuk perang melawan Iran.

Dia menegaskan, sejauh ini Seoul belum menerima permintaan bantuan militer resmi apa pun dari Washington. Posisi pemerintah Korsel tampaknya masih menunggu dan melihat.

Di sisi lain, dari Washington, Presiden Donald Trump bersikap lebih terbuka. Dalam berbagai kesempatan, dia menyatakan akan menerima bantuan dari negara mana pun untuk menangani masalah Iran. Pernyataan ini tentu memberi ruang bagi skenario pengiriman alutsista seperti Patriot.

Sementara itu, pihak militer AS di Korea (USFK) memilih tutup mulut. Mereka menolak mengonfirmasi atau membantah laporan media yang ramai itu.

"Kami tidak bisa berkomentar soal pergerakan, relokasi, atau kemungkinan penempatan ulang aset militer tertentu. Ini semua menyangkut keamanan operasional," bunyi pernyataan singkat USFK.

Meski begitu, gambaran di lapangan sepertinya berbeda. Sejumlah saksi melaporkan melihat pesawat angkut militer AS berukuran besar mendarat di Pangkalan Udara Osan baru-baru ini. Aktivitas yang tidak biasa ini, kata sumber pemerintah Korsel yang dirahasiakan, terkait persiapan untuk memindahkan sistem-sistem Patriot tersebut. Rencananya, mereka akan dikerahkan ulang ke kawasan Timur Tengah yang sedang bergolak.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar