Sabtu (17/1) kemarin, hujan tak henti-hentinya mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Akibatnya, banjir pun melanda. Genangan air muncul di berbagai titik, bahkan disertai dengan bencana ikutan seperti tanah longsor di beberapa tempat.
Menurut laporan terbaru BPBD Provinsi Jawa Tengah per Sabtu sore pukul 18.00 WIB, setidaknya ada empat kabupaten yang paling parah terdampak: Pati, Kudus, Kendal, dan Pemalang. Situasinya cukup serius, terutama di Pati dan Kudus yang juga mengalami longsor.
Kabupaten Pati: Genangan Masih Bertahan di Pesisir
Kepala BPBD Jateng, Bergas C. Pananggungan, menjelaskan bahwa banjir dan longsor di Pati yang terjadi sejak 9 Januari lalu dipicu oleh beberapa faktor. Curah hujan yang sangat tinggi jadi pemicu utama, ditambah luapan sungai, aliran yang tersumbat material, dan tanggul yang jebol.
Meski tak ada korban jiwa, dampaknya luas sekali. Sekitar 127 desa di 20 kecamatan terendam, mempengaruhi kehidupan 8.000 kepala keluarga atau sekitar 20.000 jiwa. Yang mengungsi mencapai 300 KK.
Di sebagian wilayah, air memang mulai mengurut. Namun di daerah hilir dan pesisir seperti Juwana, Dukuhseti, dan Gabus, genangan masih terlihat. Warga di sana sangat membutuhkan bantuan logistik dasar, alat evakuasi, dan alat berat untuk bersih-bersih.
Untuk menangani ini, BPBD Pati sudah bergerak. Mereka mendirikan dapur umum di Desa Bulumanis Kidul, menyiapkan layanan kesehatan, dan membersihkan area terdampak. Normalisasi sungai dan pengalihan jalur alternatif juga dilakukan, terutama di Sukolilo yang jalannya tertimbun longsor.
Kabupaten Kudus: Kerugian Mencapai Ratusan Miliar
Nasib serupa dialami Kudus. Banjir dan longsor yang terjadi sejak Jumat (9/1) itu bukan cuma karena hujan deras. Debit Sungai Gelis, Piji, dan Dawe yang melonjak, ditambah kondisi tanah yang labil, memperparah keadaan.
Banjir melanda 38 desa di 7 kecamatan. Sayangnya, kali ini ada korban jiwa: 2 orang meninggal dunia. Ribuan rumah terendam dan puluhan ribu jiwa terdampak.
Sementara itu, tanah longsor tersebar di 132 titik yang berbeda, mengancam 14 desa. Longsor ini menewaskan 1 orang dan merusak puluhan rumah.
Kalau dihitung-hitung, kerugian materialnya fantastis: sekitar Rp 533,9 miliar. Pengungsi yang tercatat resmi mencapai 847 KK.
Artikel Terkait
Yang Yang dan Zhao Lusi Berebut Takhta, Bisakah Cinta Mereka Bertahan di Tengah Intrik?
Prabowo Terbang ke London dan Davos, Bahas Strategis hingga Lingkungan
Guru Besar Unair Bongkar Motif Sebenarnya di Balik Korupsi: Dana Politik
Noe Letto, Vokalis yang Pernah Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila, Kini Dilantik Jadi Tenaga Ahli Wantimpres