Menghadapi situasi ini, BPBD Kudus tak bekerja sendirian. Mereka menggandeng TNI-Polri dan menetapkan Status Tanggap Darurat selama seminggu. Upaya penanganan darurat seperti penutupan tanggul darurat, pendirian 25 dapur umum, dan pengerahan 20 unit alat berat sudah dilakukan.
Untuk kondisi terkini, debit Sungai Wulan dilaporkan relatif aman. Tapi waspada, debit sungai-sungai lain seperti Gelis masih tinggi. Genangan air antara 5 sampai 30 cm masih terlihat di beberapa kecamatan.
Kabupaten Kendal: Rel Kereta Ikut Terganggu
Banjir di Kendal yang terjadi Kamis (15/1) lalu juga cukup parah. Setidaknya 25 desa di 5 kecamatan kebanjiran, mengganggu lebih dari 10.000 keluarga. Yang bikin repot, jalur kereta api Kaliwungu-Kalibodri ikut tergenang sehingga perjalanan terpaksa terganggu.
Penyebabnya mirip dengan daerah lain: hujan ekstrem dan luapan sungai.
Hingga malam hari, genangan belum sepenuhnya surut. Debit sungai masih naik-turun dan berpotensi meningkat lagi. BPBD terus memantau perkembangan sambil berkoordinasi dengan instansi lain. Petugas KAI juga turun tangan menormalkan jalur rel, sementara bantuan logistik dan pompa air terus dikirim ke lokasi.
Kabupaten Pemalang: Banjir Tengah Malam
Terakhir, Pemalang. Banjir datang mendadak pada Jumat dini hari (16/1) pukul 01.00 WIB. Hujan lebat dan luapan Sungai Comal jadi biang keroknya.
Dari empat kecamatan yang terdampak Ulujami, Petarukan, Pemalang Kota, dan Randudongkal tercatat lebih dari 8.600 warga dan 1.775 rumah terkena imbas. Sekitar 92 jiwa terpaksa mengungsi.
Ketinggian air bervariasi, dari 20 cm sampai satu meter. Meski di beberapa titik air sudah mulai menyusut, kewaspadaan tetap diperlukan.
BPBD Jateng kini terus memantau lokasi dan siaga 24 jam. Dapur umum sudah didirikan di Desa Kendalrejo dan Balai Desa Mojo. Koordinasi dengan semua pihak terkait juga digencarkan untuk memastikan penanganan berjalan cepat.
Artikel Terkait
Yang Yang dan Zhao Lusi Berebut Takhta, Bisakah Cinta Mereka Bertahan di Tengah Intrik?
Prabowo Terbang ke London dan Davos, Bahas Strategis hingga Lingkungan
Guru Besar Unair Bongkar Motif Sebenarnya di Balik Korupsi: Dana Politik
Noe Letto, Vokalis yang Pernah Sebut Pemerintah Pengkhianat Pancasila, Kini Dilantik Jadi Tenaga Ahli Wantimpres