Lalu, seperti apa visi partai baru ini? Sopiyan menjelaskan, mereka ingin mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan berdaulat. Juga punya semangat nasionalisme religius. Intinya, Gema Bangsa ingin tampil sebagai partai modern yang terbuka untuk semua, klaim mereka, untuk menjawab kegelisahan yang ada di masyarakat.
Di balik layar, pimpinan partai ini bukanlah wajah baru. Ahmad Rofiq, sang ketum, sudah lama berkecimpung di dunia politik. Jejaknya bisa ditelusuri sejak 2006, saat ia ikut mendirikan Partai Matahari Bangsa dan menjabat sebagai Sekjen.
Perjalanan berlanjut. Pada 2011, ia termasuk salah satu deklarator Ormas Nasional Demokrat yang kemudian bertransformasi jadi Partai NasDem. Di partai itu, Rofiq dipercaya menjadi Sekjen untuk periode 2011–2013.
Tak berhenti di situ. Tiga tahun kemudian, bersama Hary Tanoesoedibjo, ia mendirikan Ormas Perindo yang jadi cikal bakal partai dengan nama yang sama. Di Partai Perindo, Rofiq kembali memegang pos Sekjen dari 2015 hingga 2024. Bahkan di Pilpres 2019, ia terlibat dalam tim kampanye nasional Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Wakil Sekretaris.
Kini, dengan membawa Partai Gema Bangsa, Rofiq sepertinya memulai babak baru. Didampingi Mayjend TNI (Purn.) Andogo Wiradi sebagai Ketua Dewan Pembina, mereka siap masuk ke gelanggang. Tujuannya jelas, tapi jalan menuju 2029 masih panjang. Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Dahlan Iskan dan Gelar yang Tak Pernah Diminta
Ketua RT di Karanganyar Luncurkan Ronda Terbang, Pantau Kampung dengan Drone Hasil Tabungan 7 Tahun
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, 11 Orang dalam Penerbangan Yogyakarta-Makassar
Pohon Kebaikan Wan Daud: Puisi untuk Membangkitkan Singa Islam yang Tertidur